JAKARTA (Sketsa.co) — The Straits Times, koran berbahasa Inggris yang berbasis di Singapura, memberitakan bahwa terjadi keretakan hubungan antara Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait dengan penentuan sosok calon wakil presiden yang akan mendampingi calon presiden Ganjar Pranowo.
Media milik Singapore Press Holdings (SPH) itu mengutip sumber-sumber di internal PDIP bahwa Mega telah mengabaikan dan mengesampingkan peran Jokowi dalam memilih cawapres pendamping Ganjar, sehingga membuat Jokowi tak nyaman.
“Dua tokoh yang diunggulkan Jokowi menjadi cawapres Ganjar disikapi dingin oleh Megawati,” tulis The Straits Times mengutip penuturan politisi senior PDIP yang tak mau dikutip namanya, Sabtu (3/6).
Menurut politisi PDIP itu, dua tokoh yang diusulkan untuk menjadi kandidat cawapres Ganjar adalah Menparekraf Sandiaga Uno dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Mengutip politisi PDIP lainnya yang juga enggan disebut namanya, tulis koran itu, hal tersebut memperparah ketidaknyamanan Jokowi yang sebelumnya juga kaget karena PDIP tiba-tiba mengumumkan Ganjar sebagai capres PDIP pada 21 April 2023.
Ketidaknyamanan itu, ungkap politisi PDIP tersebut, dapat mendorong Jokowi untuk mendukung kandidat saingan partainya (PDIP), yakni Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan yang dia tunjuk empat tahun lalu.
“Ibu (Megawati) menganggap Jokowi mencampuri urusan parpol,” ungkap politisi PDIP itu kepada The Straits Times.
Telah Berdialog
Seolah hendak merespons berita dari media Singapura tersebut, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Jokowi telah berdialog sebelum menetapkan Ganjar Pranowo sebagai bakal capres Pemilu 2024.
“Sebelum memutuskan Pak Ganjar Pranowo sebagai bacapres 2024, Ibu Mega berdialog dengan Presiden Jokowi,” kata Hasto dalam pidatonya pada acara Konsolidasi PDIP DKI Jakarta di Basket Hall Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/6).
“Jadi, tidak ada keraguan bagi kita semua,” tambahnya. Hasto mengatakan bahwa kader-kader PDI-P menyambut baik penunjukan Ganjar sebagai bakal capres. Menurut Hasto, ada kesatuan dalam hubungan kepemimpinan antara Soekarno, Megawati, Jokowi, dan Ganjar.
Terkait isu keretakan hubungan Jokowi dan Megawati sehubungan masalah penentuan capres-cawapres PDIP seperti yang diwartakan Straits Times, sejauh ini Jokowi belum memberikan tanggapan.
Baca juga: Antara Dukung Ganjar atau Prabowo, PAN dan PKB di Simpang Jalan…
Sehubungan Pemilu 2024, Jokowi memang terang-terangan akan “cawe-cawe dalam arti positif” untuk memastikan penerus dirinya sebagai presiden nanti melanjutkan pembangunan yang sudah dan sedang dikerjakannya, termasuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan hilirisasi.
Terkait hal itu, Jokowi tampak memberi “restu” dan dukungan kepada Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, dua sosok yang diyakini bakal melanjutkan agenda pembangunan pemerintahan saat ini.
Tak hanya itu, Jokowi bahkan terlihat berupaya menyatukan keduanya sebagai pasangan capres-cawapres yang diusung koalisi besar enam partai pendukung pemerintahannya saat ini, yakni PDIP, Golkar, PKB, Gerindra, PAN dan PPP.

