JAKARTA: Forum Human Capital Indonesia (FHCI) resmi mengumumkan aturan lengkap dan nilai ambang batas (passing grade) untuk Tes Online Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) 2025. Pengumuman ini menjadi acuan penting bagi peserta seleksi yang akan mengikuti tahap awal rekrutmen secara daring.
Pelaksanaan tes online RBB 2025 dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 28 April 2025. Setiap peserta wajib mengikuti serangkaian ujian, mulai dari Tes Kemampuan Dasar (TKD), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes AKHLAK, hingga Learning Agility. Untuk dapat melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya, peserta harus mencapai nilai minimum atau passing grade pada masing-masing jenis tes.
Berikut adalah rincian passing grade yang telah ditetapkan oleh FHCI:
Tes Kemampuan Dasar (TKD): 58
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK): 50
Tes AKHLAK: 65
Learning Agility: 36
TKD menguji kemampuan logika dasar, verbal, dan numerik dengan total 100 soal yang dikerjakan dalam 73 menit. TWK berfokus pada pengetahuan kebangsaan, ideologi Pancasila, konstitusi, sejarah, dan Bhinneka Tunggal Ika. Subtes ini terdiri dari 10 soal dan berdurasi 10 menit.
Sementara itu, Tes AKHLAK mengukur pemahaman terhadap core values BUMN yaitu Amanah, Kompeten, Harmoni, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Tes ini terdiri dari 90 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 30 menit. Tes terakhir, Learning Agility, bertujuan mengukur kemampuan peserta dalam belajar dan beradaptasi di situasi baru, dengan 100 soal selama 40 menit.
Peserta yang gagal mencapai nilai minimal pada salah satu dari keempat tes tersebut akan langsung dinyatakan tidak lolos dan tidak bisa melanjutkan proses seleksi RBB 2025.
Untuk memastikan proses seleksi berlangsung adil dan tertib, FHCI juga memberlakukan sejumlah aturan ketat selama pelaksanaan tes online. Direktur FHCI, Lieke Roosdianti, menjelaskan bahwa peserta wajib siap secara teknis dan mental sebelum memulai tes.
Selama ujian berlangsung, peserta dilarang:
Meninggalkan posisi ujian
Menggunakan topi, masker, headset, atau alat bantu komunikasi
Menggunakan kalkulator, handphone, sempoa, atau perangkat eksternal lain
Menggunakan dual monitor atau membuka aplikasi/tab lain di komputer
Tidak mengaktifkan kamera
Merekam, menyebarkan, atau mempublikasikan soal tes
Platform Safe Exam Browser (SEB) akan mengawasi jalannya tes, termasuk memberikan peringatan jika peserta membuka tab atau aplikasi lain. Jika peringatan tidak diindahkan, maka sistem akan menghentikan tes secara otomatis.
Selain itu, FHCI juga menggunakan sistem AI proctoring untuk memantau gerakan dan aktivitas peserta selama ujian berlangsung. “Apabila diketahui melakukan kecurangan, maka peserta akan langsung didiskualifikasi,” tegas Lieke.
Dengan sistem seleksi yang ketat ini, FHCI berharap hanya kandidat terbaik yang akan lolos dan menjadi bagian dari BUMN di seluruh Indonesia. Peserta diimbau untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan.

