Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Trend Menjomblo Kaum Muda Jepang dan Korea
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Trend Menjomblo Kaum Muda Jepang dan Korea
Internasional

Trend Menjomblo Kaum Muda Jepang dan Korea

Nilai-nilai tradisional seperti pernikahan dan keluarga besar mungkin tidak lagi menjadi prioritas bagi beberapa anak muda di negara-negara tersebut. Banyak generasi muda sekarang lebih memilih untuk fokus pada karir, pendidikan, atau minat pribadi mereka.

Last updated: Kamis, 20 April 2023, 5:14 AM
By Siti Mutawaliah
Share
2 Min Read
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Trend hidup sendiri, tidak menikah atau menjomblo di kalangan anak muda Jepang dan Korea Selatan telah memicu kekhawatiran depopulasi kedua bangsa tersebut.

Ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi mengapa anak muda di Jepang, Korea, dan Singapura cenderung lebih nyaman jadi jomblo.

  1. Perubahan nilai-nilai sosial: Nilai-nilai tradisional seperti pernikahan dan keluarga besar mungkin tidak lagi menjadi prioritas bagi beberapa anak muda di negara-negara tersebut. Banyak generasi muda sekarang lebih memilih untuk fokus pada karir, pendidikan, atau minat pribadi mereka.
  2. Persaingan di pasar kerja: Tingkat persaingan di pasar kerja yang tinggi dapat membuat anak muda merasa sulit untuk menemukan waktu dan energi untuk membangun hubungan dan mempertahankan pernikahan.
  3. Biaya hidup yang tinggi: Biaya hidup di negara-negara tersebut juga dapat membuat sulit untuk mempertahankan gaya hidup yang diinginkan oleh banyak pasangan muda. Pernikahan dan pendirian keluarga dapat menjadi beban finansial yang besar bagi pasangan muda yang ingin membeli rumah dan membangun karir mereka.
  4. Perubahan demografi: Di beberapa negara Asia, jumlah orang yang menikah dan memiliki anak telah menurun dalam beberapa dekade terakhir. Ini dapat mempengaruhi pandangan anak muda tentang pernikahan dan keluarga dan membuat mereka lebih cenderung memilih gaya hidup yang independen.

Baca juga: Begini Kisaran Upah Rata-rata di Australia

Namun demikian, tidak semua anak muda di negara-negara tersebut memilih untuk hidup sendiri atau tidak menikah. Masih ada banyak orang yang memilih untuk menikah dan membangun keluarga, dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mereka mungkin berbeda-beda tergantung pada individunya.

You Might Also Like

Apa Kabar Industri Kripto Iran

Di Tengah Lonjakan Harga BBM, PM Thailand Pilih Pakai Mobil Listrik BYD

Gerhana Matahari Cincin Diperkirakan Muncul pada 17 Februari 2026

Pulau Panjang Sumbawa Dijual Online, Kawasan Konservasi yang Kaya Keanekaragaman Hayati

TAGGED: Anak muda Jepang, depopulasi, jomblo, Korea Selatan
Siti Mutawaliah 20 April 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Awas, Jangan Salah Bedakan Bell’s Palsy dan Stroke
Next Article Mengenali Pemicu dan Faktor Risiko Serangan Jantung
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?