JAKARTA (Sketsa.co) — Trend hidup sendiri, tidak menikah atau menjomblo di kalangan anak muda Jepang dan Korea Selatan telah memicu kekhawatiran depopulasi kedua bangsa tersebut.
Ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi mengapa anak muda di Jepang, Korea, dan Singapura cenderung lebih nyaman jadi jomblo.
- Perubahan nilai-nilai sosial: Nilai-nilai tradisional seperti pernikahan dan keluarga besar mungkin tidak lagi menjadi prioritas bagi beberapa anak muda di negara-negara tersebut. Banyak generasi muda sekarang lebih memilih untuk fokus pada karir, pendidikan, atau minat pribadi mereka.
- Persaingan di pasar kerja: Tingkat persaingan di pasar kerja yang tinggi dapat membuat anak muda merasa sulit untuk menemukan waktu dan energi untuk membangun hubungan dan mempertahankan pernikahan.
- Biaya hidup yang tinggi: Biaya hidup di negara-negara tersebut juga dapat membuat sulit untuk mempertahankan gaya hidup yang diinginkan oleh banyak pasangan muda. Pernikahan dan pendirian keluarga dapat menjadi beban finansial yang besar bagi pasangan muda yang ingin membeli rumah dan membangun karir mereka.
- Perubahan demografi: Di beberapa negara Asia, jumlah orang yang menikah dan memiliki anak telah menurun dalam beberapa dekade terakhir. Ini dapat mempengaruhi pandangan anak muda tentang pernikahan dan keluarga dan membuat mereka lebih cenderung memilih gaya hidup yang independen.
Baca juga: Begini Kisaran Upah Rata-rata di Australia
Namun demikian, tidak semua anak muda di negara-negara tersebut memilih untuk hidup sendiri atau tidak menikah. Masih ada banyak orang yang memilih untuk menikah dan membangun keluarga, dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mereka mungkin berbeda-beda tergantung pada individunya.

