JAKARTA (Sketsa.co) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melakukan blusukan bersama di Pasar Chow Kit di pusat kota Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (8/6).
Setelah pertemuan pribadi dan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua negara di kediaman resmi Perdana Menteri di Seri Perdana, Putrajaya, Jokowi dan Anwar mengunjungi pasar tradisional tersebut.
Pasar Chow Kit juga dikenal sebagai “Little Jakarta” karena banyaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja dan tinggal di sana. Dalam video yang dibagikan Sekretariat Presiden di kanal YouTube, Jokowi dan Anwar tiba di Pasar Chow Kit sekitar pukul 12.36 waktu setempat dan langsung memulai blusukan dengan mengunjungi lapak penjual ayam, daging, dan ikan segar.
Dengan kemeja lengan panjang yang digulung, keduanya berhenti beberapa kali untuk berfoto dengan pedagang. Setelah itu, Jokowi dan Anwar melanjutkan perjalanan melewati lapak sayur dan buah-buahan sebelum berjalan di Jalan Raja Bot dan Lorong Raja Bot.
Kemudian, mereka mampir di Masa Cafe untuk menikmati secangkir kopi bersama. Pukul 13.21, Presiden Jokowi dan PM Anwar meninggalkan warung kopi dan pergi ke salah satu restoran di wilayah Kampung Baru untuk makan siang.
Di sana, mereka menikmati hidangan khas seperti patin asam tempoyak. Sore harinya, Presiden Jokowi menghadiri jamuan minum teh atas undangan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah sebelum kembali ke Tanah Air.
Sejak pagi hari, WNI yang ada di Negeri Jiran itu telah menunjukkan antusiasme untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Bukan hanya mereka yang tinggal dan bekerja di sekitar Chow Kit, tetapi juga WNI dari wilayah Klang yang berjarak sekitar 35 km dari pusat kota Kuala Lumpur telah menunggu kedatangan Presiden Jokowi.
“Meskipun kami berada di luar negeri, Presiden tetap ada di hati kami,” kata Zainuddin, WNI asal Lumajang, Jawa Timur yang telah bertahun-tahun menjadi TKI di Malaysia.
Anwar Ibrahim sendiri dengan setengah bercanda mengatakan bahwa permintaan Presiden Jokowi agar ditemani untuk blusukan ke Pasar Chow Kit telah “mempersulit” dirinya. “Dipersulit kita,” katanya seraya tertawa.
Ya, begitulah Jokowi. Blusukan seolah menjadi “trade-mark”-nya. Tidak hanya di Tanah Air, bahkan di manca negara pun dia sempatkan melakukan hal serupa…

