JAKARTA – Jack Ma, konglomerat teknologi digital pendiri Grup Alibaba, kembali ke Hong Kong untuk liburan perayaan Tahun Baru Imlek, tapi tidak jelas berapa lama dia akan tinggal di kota ini.
Taipan teknologi itu sangat senang dengan apa dilihatnya di Hong Kong dan merasa senang bahwa kota ini telah mendapatkan kembali semangat dan energinya setelah pembatasan perjalanan akibat pandemi Covid-19, menurut orang-orang yang dekat dengannya, seperti dilaporkan SCMP.com, Jumat (20/1/2023).
Meski tidak jelas berapa lama Ma akan tinggal di Hong Kong, namun orang-orang dekat taipan itu menepis rumor bahwa Ma mungkin bakal tinggal di luar negeri untuk jangka panjang.
Sebelumnya, kampiun bisnis teknologi berusia 58 tahun itu dberitakan telah berada di pusat Kota Tokyo, Jepang, selama sekitar tiga bulan dan melakukan perjalanan ke berbagai belahan dunia untuk mempelajari pertanian dan perikanan modern.
Sebelum ke Hong Kong, konglomerat teknologi digital pendiri Grup Alibaba itu terakhir terlihat di Thailand, di mana dia digambarkan sedang mengunjungi warung makan lokal dan mengunjungi peternakan ikan. Mantan guru bahasa Inggris itu sebelumnya mengatakan bahwa dirinya ingin fokus mempelajari pertanian modern dan mempromosikan pendidikan pedesaan di Tiongkok.
Media internasional terus mengamati dengan cermat keberadaan Jack Ma karena banyak yang masih melihatnya sebagai wajah kewirausahaan swasta China, meskipun saat ini telah melepaskan sebagian besar posisi bisnisnya.
Awal bulan ini, Ma menjadi sorotan ketika Ant Group—yang juga dia dirikan—mengumumkan bahwa Ma telah menyetujui perubahan hak suara yang rumit dan menyerahkan kendali atas raksasa fintech yang berbasis di Hangzhou,.
Sementara Grup Alibaba adalah perusahaan e-commerce besar nan fenomenal berbasis di Tiongkok yang sekarang menjadi pemilik grup bisnis media yang berbasis di Hong Kong, South China Morning Post (SCMP).

