JAKARTA: Ratna Sari Dewi atau Dewi Soekarno dikenal sebagai istri keenam Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Baru-baru ini, ia menjadi sorotan publik setelah dijatuhi hukuman denda sebesar Rp3 miliar oleh Pengadilan Buruh Jepang. Hukuman tersebut merupakan buntut dari kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan di perusahaan miliknya sejak 2021.
Masalah ini bermula ketika dua karyawan perusahaan Dewi dipecat karena dianggap menghasut rekan kerja lainnya untuk tidak hadir di kantor. Situasi tersebut terjadi pada masa pandemi Covid-19, ketika Dewi kembali dari Indonesia setelah menghadiri pemakaman suami anaknya. Para karyawan khawatir bahwa Dewi terpapar virus, sehingga mereka memutuskan untuk tidak masuk kerja selama dua minggu guna menghindari kontak langsung dengannya. Keputusan ini tidak diterima oleh Dewi, yang akhirnya memberhentikan dua karyawan tersebut. Kedua karyawan kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Buruh Jepang, yang akhirnya memenangkan kasus tersebut.
Di tengah kontroversi ini, kisah hidup Dewi Soekarno kembali menarik perhatian publik. Wanita kelahiran Tokyo pada 6 Februari 1940 ini memiliki nama asli Naoko Nemoto. Ia merupakan anak ketiga dari keluarga sederhana yang bekerja di sektor konstruksi. Dewi menempuh pendidikan di Tokyo, mulai dari Togai School hingga lulus SMA pada tahun 1955. Selama masa sulit dalam keluarganya, ia pernah bekerja di perusahaan asuransi jiwa sebagai pramuniaga.
Dewi memiliki minat besar terhadap seni dan sastra. Ia belajar tarian klasik Jepang, bernyanyi, dan drama di Sishere Hayakawa Art Production. Keahliannya membawanya tampil di berbagai pentas seni di Tokyo. Demi mendukung finansial, Dewi juga bekerja paruh waktu sebagai geisha dan kabaret di hotel ternama di Tokyo.
Pada usia 19 tahun, Dewi bertemu dengan Presiden Soekarno di Hotel Imperial pada tahun 1959. Hubungan keduanya berlanjut hingga mereka menikah pada 3 Maret 1962. Setelah menikah, Dewi yang sebelumnya bernama Naoko Nemoto memperoleh nama baru, Ratna Sari Dewi Soekarno. Dari pernikahannya, mereka dikaruniai seorang anak perempuan bernama Kartika Sari Dewi Soekarno, yang lahir pada 11 Maret 1967. Kartika kemudian bekerja di bidang media dan periklanan serta menikah dengan Frits Frederik Seegers, seorang eksekutif asal Belanda.
Selama masa pemerintahan Soekarno, Dewi dikenal karena penampilannya yang modern dan gaya barat. Ia sering mendampingi sang suami dalam berbagai acara kenegaraan. Pada tahun 1964, Dewi menjadi Ketua Kehormatan Lembaga Persahabatan Indonesia-Jepang dan mendirikan komunitas Nadeshiko, yang menghimpun wanita Jepang yang menikah dengan pria Indonesia.
Setelah Soekarno meninggal, Dewi meninggalkan Indonesia dan menetap di berbagai negara Eropa seperti Prancis, Swiss, dan Amerika Serikat. Pada tahun 2008, ia kembali ke Jepang dan berhasil membangun bisnis di bidang kecantikan dan perhiasan. Dewi juga kerap tampil di televisi Jepang dan pernah menjadi juri dalam ajang Miss International 2005 di Tokyo.
Meski kehidupan dan perjalanan kariernya penuh warna, kontroversi yang melibatkan Dewi menunjukkan bahwa dirinya tetap menjadi sosok yang menarik perhatian publik hingga kini.

