Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Kontroversi Kasus Polisi Tembak Pelajar SMKN 4 Kota Semarang
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Kontroversi Kasus Polisi Tembak Pelajar SMKN 4 Kota Semarang
Hukum

Kontroversi Kasus Polisi Tembak Pelajar SMKN 4 Kota Semarang

Last updated: Jumat, 29 November 2024, 3:36 PM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
SHARE

SEMARANG: Kasus penembakan pelajar SMKN 4 Semarang berinisial GR (17) oleh anggota Polrestabes Semarang memicu perhatian luas dari masyarakat. Banyak pihak meragukan kronologi yang disampaikan pihak kepolisian, yang membuat nama Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar menjadi sorotan di media sosial. Berikut adalah beberapa fakta yang terungkap terkait kasus ini.

1. Klaim Polisi tentang Tawuran

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, mengakui adanya penembakan oleh anggotanya terhadap GR. Menurutnya, korban merupakan anggota gangster Pojok Tanggul yang terlibat tawuran dengan gangster Seroja di kawasan Perumahan Paramount, Semarang Barat, Minggu (24/11/2024) dini hari.

Ketika kejadian berlangsung, seorang anggota penyidik Polrestabes Semarang yang kebetulan melintas mencoba melerai kedua kelompok. Namun, polisi tersebut diklaim mendapatkan serangan, sehingga melakukan tindakan tegas dengan menembak. GR, yang terluka di bagian pinggul, kemudian dibawa ke rumah sakit oleh pihak lawan tawuran dan anggota polisi. Hingga pagi hari, identitas GR belum diketahui.

2. Satpam Bantah Ada Tawuran

Keterangan polisi yang menyebut lokasi kejadian sebagai tempat tawuran dibantah oleh satpam perumahan setempat. Menurut mereka, tidak ada aktivitas tawuran di kawasan tersebut. Jika tawuran terjadi, satpam memastikan akan melaporkannya ke pihak berwenang.

3. Guru dan Pihak Sekolah Ragukan Soal Gangster

Pihak sekolah tempat GR belajar, SMK Negeri 7 Semarang, juga meragukan tuduhan bahwa GR adalah anggota gangster. Nanang Agus B., staf kesiswaan, menjelaskan bahwa GR adalah siswa berprestasi dengan rekam jejak yang baik. Ia mempertanyakan klaim bahwa GR terlibat dalam gangster, apalagi jika hanya bertiga dalam dugaan tawuran tersebut.

4. Kesaksian Korban Selamat

Korban lain, berinisial A, yang merupakan kakak kelas GR, juga menjadi saksi dalam prarekonstruksi kasus ini. A membenarkan kehadirannya di lokasi kejadian, namun mengaku tidak mendengar suara tembakan meski mengalami luka di dada yang diduga akibat peluru.

Menurut A, sebelum kejadian, mereka berkumpul di sebuah indekos dekat PLN Krapyak bersama teman-temannya. Ia mengaku belum lama mengenal GR karena statusnya sebagai adik kelas. Namun, sebelum menyelesaikan kesaksiannya, A diarahkan oleh petugas ke sebuah mobil.

5. Anggota Polisi Diperiksa Propam

Anggota polisi berinisial R yang diduga melakukan penembakan terhadap GR kini diperiksa oleh Divisi Propam Polda Jawa Tengah. Kombes Pol Artanto, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, menegaskan bahwa setiap tindakan kepolisian, termasuk penggunaan senjata api, harus sesuai prosedur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Propam kini mendalami aspek prosedur dan etika terkait tindakan anggota polisi tersebut. Hingga saat ini, investigasi atas kasus ini masih berlangsung untuk memastikan kebenaran kronologi dan tanggung jawab pihak-pihak terkait.

Kasus ini menyisakan banyak tanda tanya, termasuk klaim polisi tentang tawuran, peran GR, dan penggunaan senjata api oleh anggota kepolisian. Keterangan saksi, pihak sekolah, dan masyarakat sekitar cenderung berbeda dari versi polisi. Penyelidikan lebih lanjut oleh Propam diharapkan dapat mengungkap fakta dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

You Might Also Like

Kejagung Tetapkan Samin Tan Tersangka Kasus Korupsi Tambang di Kalimantan Tengah

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Korupsi Kuota Haji

Pengacara Nadiem Sayangkan Perhitungan Kerugian Negara Kasus Korupsi Chromebook Berubah

MAKI: Pencabutan Status Cekal Victor Hartono Mengusik Rasa Keadilan

TAGGED: Gamma, GR, polisi tembak siswa, Polrestabes Semarang, Propam, SMKN 4 Semarang
Raden Parwoto 29 November 2024
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Real Count KPU: Pramono-Rano Unggul Sementara dalam Pilkada DKI Jakarta 2024
Next Article Prabowo Umumkan Kenaikan Upah Minimum Nasional 2025 Sebesar 6,5 Persen
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?