Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Pameran Tunggal Yos Suprapto Ditunda, Ada Polemik Karya Seni yang Disensor
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Pameran Tunggal Yos Suprapto Ditunda, Ada Polemik Karya Seni yang Disensor
EventNews

Pameran Tunggal Yos Suprapto Ditunda, Ada Polemik Karya Seni yang Disensor

Last updated: Minggu, 22 Desember 2024, 2:59 AM
By Sri Rejeki Handayani
Share
3 Min Read
Pelukis Yos Suprapto dan salah satu karyannya bertajuk Konoha 1. (Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA: Pameran tunggal seniman Yos Suprapto bertajuk “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan” yang dijadwalkan berlangsung di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, dari 19 Desember 2024 hingga 19 Januari 2025, resmi ditunda. Penundaan ini terjadi secara tiba-tiba meskipun persiapan sudah dilakukan sejak 2023.

Menurut Yos, kesepakatan untuk mengadakan pameran ini sudah direncanakan sejak Juni 2023. Ia semula diminta untuk menggelar pameran di awal 2024, namun terus mengalami penundaan. “Karena saya tinggal di Jogja, saya tidak tahu perkembangan politik di Jakarta seperti apa, jadi saya hanya mengikuti saja,” ujar Yos saat ditemui di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2024).

Pada Desember 2024, pembicaraan mengenai pameran ini kembali intensif. Yos diminta untuk memulai pameran pada 3 Desember 2024 di ruang pamer Gedung A Galeri Nasional. Namun, jadwal ini kemudian diundur hingga 19 Desember 2024 karena Galeri Nasional mengadakan Basuki Abdullah Award yang baru selesai pada 12 Desember 2024.

Setelah pameran Basuki Abdullah selesai, Yos mulai menata karya seninya pada 13 Desember 2024. Namun, polemik muncul ketika pada 17 Desember 2024, kurator Galeri Nasional, Suwarno Wisetrotomo, meminta dua lukisan karya Yos disensor. Lukisan tersebut dianggap terlalu vulgar dan tidak sesuai dengan tema pameran.

Salah satu lukisan yang diminta disensor berjudul Konoha 1, menggambarkan seorang raja yang tampak menginjak rakyatnya. Lukisan lainnya, Konoha 2, menampilkan figur manusia telanjang. Sebelumnya, lukisan-lukisan ini sudah pernah dilihat oleh Suwarno di studio Yos tanpa ada komentar. Namun, mendekati pameran, kedua lukisan tersebut dinilai mengurangi bobot tema.

Awalnya, Yos setuju menutup kedua lukisan itu dengan kain hitam. Namun, pada hari pameran, 19 Desember 2024, Suwarno kembali mengajukan keberatan terhadap tiga lukisan lainnya yang menggambarkan petani memberi makan orang kaya dan anjing, serta membawa sapi ke istana. Lukisan-lukisan ini juga dinilai vulgar oleh kurator.

Yos mempertanyakan keputusan mendadak tersebut, terutama karena hanya berselang tiga jam sebelum pembukaan pameran. Ia menganggap langkah ini sangat kontroversial. Ketidaksepahaman antara Yos dan Suwarno akhirnya memuncak, hingga Suwarno mundur sebagai kurator. Dalam pesan WhatsApp kepada Yos, Suwarno menyatakan dirinya memiliki otoritas sebagai kurator untuk menentukan kebijakan ini.

Akibat konflik tersebut, hingga 20 Desember 2024 pukul 16.02 WIB, Yos dan timnya belum bisa mengakses area pameran. Pameran yang seharusnya berlangsung hingga 19 Januari 2025 pun belum bisa dibuka untuk publik.

Situasi ini menyoroti ketegangan antara ekspresi seni dan interpretasi kuratorial, sekaligus mencerminkan tantangan dalam kebebasan berkarya di ruang seni Indonesia.

You Might Also Like

Pink Moon Bakal Menghiasi Langit Indonesia pada 2 April 2026

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Siklon Narelle

GAK ADA REM! Dedi Sitorus Ngomong HAM, Netizen Balik “Hajar”: Munir dan Theys Mana?!

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Akhir Januari 2026

TAGGED: Galeri Nasional, kurator mundur, pelukis Yos Suprapto, polemik karya seni, sensor karya seni, Yos Suprapto
Sri Rejeki Handayani 22 Desember 2024
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Divisi Propam Polri Tangkap 18 Polisi Terkait Dugaan Pemerasan di DWP 2024
Next Article ICW Sarankan Prabowo Prioritaskan Pembahasan RUU Perampasan Aset
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
Apa Kabar Industri Kripto Iran
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?