Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Divisi Propam Polri Tangkap 18 Polisi Terkait Dugaan Pemerasan di DWP 2024
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Divisi Propam Polri Tangkap 18 Polisi Terkait Dugaan Pemerasan di DWP 2024
EventHukum

Divisi Propam Polri Tangkap 18 Polisi Terkait Dugaan Pemerasan di DWP 2024

Last updated: Sabtu, 21 Desember 2024, 1:29 PM
By Siti Mutawaliah
Share
3 Min Read
SHARE

JAKARTA: Divisi Pengamanan dan Profesi (Divpropam) Polri menangkap 18 anggota polisi yang diduga terlibat dalam kasus pemerasan terhadap warga negara Malaysia saat menghadiri festival musik Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko, pada Jumat, 20 Desember 2024.

“Personel tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran,” ujar Trunoyudo. Saat ini, ke-18 polisi tersebut tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polri menegaskan tidak akan mentolerir tindakan pelanggaran hukum dalam bentuk apa pun. “Ini adalah wujud komitmen Polri dalam penegakan hukum,” tambahnya.

Kasus Pemerasan yang Mencuat di DWP 2024

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah sejumlah warga negara Malaysia mengaku menjadi korban pemerasan oleh oknum polisi selama DWP berlangsung. Sebuah akun media sosial, @squi***, melaporkan bahwa polisi menangkap banyak pengunjung meskipun tidak ditemukan barang terlarang pada mereka.

“Saya sedang menikmati acara ketika tiba-tiba polisi datang dan mulai menangkap orang-orang di sekitar saya,” tulis akun tersebut. Bahkan, beberapa pengunjung yang hasil tes narkobanya negatif tetap dipaksa membayar sejumlah uang.

Dugaan ini semakin kuat setelah laporan menyebut sekitar 400 warga Malaysia menjadi korban pemerasan dengan total nilai mencapai RM 9 juta, atau setara dengan Rp32 miliar.

Pihak penyelenggara DWP, Ismaya Live, meminta maaf atas insiden tersebut. Dalam pernyataan resmi yang diunggah di Instagram pada 19 Desember 2024, mereka menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan pengunjung selalu menjadi prioritas utama. Ismaya Live juga bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menyelidiki kasus dugaan pemerasan ini.

Trunoyudo menambahkan bahwa investigasi akan dilakukan secara profesional, transparan, dan menyeluruh. Polri berkomitmen untuk memberikan sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran.

Festival Musik DWP 2024

DWP 2024, salah satu festival musik elektronik terbesar di Asia Tenggara, berlangsung selama tiga hari, yaitu 13-15 Desember 2024, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Acara yang telah diadakan sejak 2008 ini rutin menarik ribuan pengunjung dari berbagai negara.

Tahun ini, DWP menghadirkan musisi internasional seperti Steve Aoki, Timmy Trumpet, Armin Van Buuren, dan Zedd. Namun, insiden dugaan pemerasan ini mencoreng kesuksesan acara yang seharusnya menjadi ajang hiburan.

Dengan perkembangan kasus ini, Polri diharapkan dapat menyelesaikan investigasi secara tuntas dan memberikan rasa keadilan, terutama kepada korban. Penyelenggara DWP juga perlu memperkuat koordinasi dengan pihak keamanan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

You Might Also Like

Kejagung Tetapkan Samin Tan Tersangka Kasus Korupsi Tambang di Kalimantan Tengah

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Korupsi Kuota Haji

Pengacara Nadiem Sayangkan Perhitungan Kerugian Negara Kasus Korupsi Chromebook Berubah

MAKI: Pencabutan Status Cekal Victor Hartono Mengusik Rasa Keadilan

TAGGED: Divisi Propam Polri, Djakarta Warehouse Project, dugaan pemerasan, DWP 2024, korban WN Malaysia, pemerasan WN Malaysia
Siti Mutawaliah 21 Desember 2024
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Pemerintah Pastikan Tidak Ada Cuti Bersama pada 27 Desember 2024
Next Article Pameran Tunggal Yos Suprapto Ditunda, Ada Polemik Karya Seni yang Disensor
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
Apa Kabar Industri Kripto Iran
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?