JAKARTA (Sketsa.co) — Nuansa konser grup band rock legendaris Deep Purple di Solo, 10 Maret 2023, tentu akan sangat jauh berbeda dengan konser band asal Inggris itu kali pertama manggung di Indonesia—tepatnya Jakarta—pada 4-5 Desember 1975. Yang terpenting, tragedi konser Deep Purple 1975 di Senayan jangan terulang.
Hampir 48 tahun berselang, konser di Solo akan menjadi kali kedua kehadiran band heavy metal papan atas di tahun 1970-an itu untuk menghibur fansnya di republik ini. Dengan sebagian personel sudah berusia 70-an tahun seperti vokalis utama Ian Gillan (77 tahun), penggebuk drum Ian Paice dan pembetot bas Roger Glover, tampilan Deep Purple tentu akan berbeda. Dua personel lainnya, yang termuda yakni gitaris Steve Morse (68 tahun) yang bergabung sejak 1994 serta kibordis Don Airey yang bergabung pada 2002.
Konser Deep Purple di Stadion Senayan (kini Gelora Bung Karno), Jakarta, 1975, di hari pertama, 4 Desember, berjalan relatif lancar. Dengan penonton ditaksir sekitar 60.000 orang, Deep Purple yang mulai menggebrak pukul 21.30 WIB tersebut berhasil “menyihir” penonton yang mayoritas anak muda.
Sayang setelah konser usai dan personel serta kru Deep Purple balik ke hotel, terjadi peristiwa tragis yang merenggut nyawa salah satu kru, yakni Patsy Collins. Collins ditemukan terjatuh dari lubang lift setinggi 8 meter di tempat mereka menginap, Hotel Sahid Jaya, subuh 5 Desember.
Kalangan media saat itu menyebut tewasnya Collins dipicu pertengkaran soal cewek di antara sesama kru, dan diduga mereka dalam keadaan teler alias mabuk.
Di hari kedua, 5 Desember, grup band Tanah Air God Bless yang baru terbentuk dua tahun, tampil sebagai pembuka konser. Achmad Albar dkk berhasil menghibur penonton yang memadati stadion seraya menunggu penampilan David Coverdale (vokalis utama Deep Purple kala itu) dkk.
Sayang, konser hari kedua itu diwarnai kericuhan. Jumlah penonton membludak. Mereka yang tidak berkarcis disebut-sebut lebih banyak daripada yang berkarcis. Kericuhan terjadi saat sebagian penonton yang heboh menyerbu ke tengah lapangan tempat panggung raksasa konser berada. Panitia dan aparat keamanan kewalahan mengendalikan antusiasme mereka. Alhasil, sejarah mencatat hal ini sebagai tragedi konser Deep Purple 1975 di Senayan.
Baca juga: Deep Purple Siap Guncang Kota Solo 10 Maret 2023
Untuk hajatan konser Deep Purple di Solo, CEO Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi selaku promotor, mengatakan pihaknya akan menjual sedikitnya 9.000 lembar tiket dengan kategori termurah Rp 500.000 dan termahal Rp 3,5 juta.
Hari ini, Minggu (15/1) dimulai penjualan tiket presale hanya satu hari di https://deeppurpleindonesia.com/. “Sedangkan untuk penjualan tiket reguler akan dimulai per Selasa (17/1) mendatang,” kata Anas, Jumat lalu.
Tentu saja diharapkan konser Deep Purple yang akan dihelat di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Solo, Jawa Tengah, pada 10 Maret 2023, nanti berjalan lancar dan tak mengulang kisah tragis serupa pada Desember 1975.

