Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Simpan Uang di E-Wallet, Aman atau Berisiko? Ini Kata Para Ahli
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Simpan Uang di E-Wallet, Aman atau Berisiko? Ini Kata Para Ahli
Ekonomi BisnisFinansial

Simpan Uang di E-Wallet, Aman atau Berisiko? Ini Kata Para Ahli

Last updated: Selasa, 20 Mei 2025, 4:51 PM
By M. Khamdi
Share
3 Min Read
SHARE

JAKARTA: Di era serba digital, transaksi keuangan kini semakin mudah hanya dengan sentuhan jari. Dompet digital atau e-wallet pun menjadi andalan masyarakat untuk belanja, membayar tagihan, hingga berbagi uang secara instan. Namun, muncul kekhawatiran di kalangan pengguna media sosial, khususnya di platform X (sebelumnya Twitter), soal keamanan menyimpan uang dalam e-wallet.

Contents
Risiko Sama Seperti Bank, Tapi…E-Wallet Bukan Tabungan, Tapi Alat TransaksiBatas Aman Saldo di E-WalletKeamanan Bergantung pada Pengguna

Beberapa warganet menyarankan agar masyarakat tidak terlalu banyak menyimpan dana di dompet digital. Mereka khawatir, uang tersebut bisa hilang sewaktu-waktu akibat peretasan atau kelalaian pengguna.

Lalu, apakah benar menyimpan uang di e-wallet berisiko tinggi?

Risiko Sama Seperti Bank, Tapi…

Menurut Alfons Tanujaya, Ahli Keamanan Siber dari Vaksin.com, risiko menyimpan uang di e-wallet sebenarnya tidak jauh berbeda dengan menyimpan di rekening bank. Keduanya sama-sama menjadi target empuk para peretas.

“Risikonya sama. Tapi e-wallet bisa lebih rawan jika pengawasan aplikasinya lemah dan pengguna kurang hati-hati,” ujar Alfons saat diwawancarai.

Ia menegaskan, e-wallet tidak dirancang untuk menyimpan uang dalam jumlah besar. Fungsi utamanya adalah untuk kemudahan transaksi harian, bukan sebagai tempat menabung.

“Kalau cuma menyimpan di bawah Rp5 juta, masih aman. Tapi menyimpan ratusan juta? Jangan,” tegasnya.

E-Wallet Bukan Tabungan, Tapi Alat Transaksi

Selain tidak memberikan bunga seperti bank, e-wallet juga memiliki pengawasan dan regulasi yang lebih longgar. Hal ini membuatnya kurang ideal dijadikan sebagai tempat penyimpanan dana jangka panjang.

“Dompet digital mengedepankan kemudahan, bukan keamanan seperti bank. Maka pengguna harus bijak,” tambah Alfons.

Batas Aman Saldo di E-Wallet

Pratama Persadha, Direktur Riset CISSReC, menjelaskan bahwa pemerintah dan penyedia e-wallet telah menetapkan batas saldo demi menjaga keamanan pengguna. Berikut rinciannya:

  • Akun terverifikasi (registered): Batas saldo maksimal Rp20 juta dan transaksi bulanan maksimal Rp40 juta.

  • Akun biasa (unregistered): Saldo maksimal hanya sekitar Rp2 juta dengan batas transaksi yang jauh lebih kecil.

“Batas-batas ini dibuat agar risiko kerugian jika terjadi kebocoran data tetap bisa dikendalikan,” kata Pratama.

Keamanan Bergantung pada Pengguna

Soal keamanan, Pratama menambahkan bahwa penyedia e-wallet kini sudah menerapkan sistem perlindungan canggih, seperti enkripsi data dan autentikasi dua faktor. Meski begitu, tanggung jawab terbesar tetap ada di tangan pengguna.

“Gunakan password kuat, aktifkan verifikasi dua langkah, dan cek aktivitas akun secara berkala,” sarannya.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua e-wallet memberikan bunga seperti bank. Sebagai alternatif, beberapa aplikasi menawarkan reward, cashback, hingga fitur investasi.

“Kalau ingin keuntungan dari bunga, lebih baik pilih bank digital yang menawarkan fitur tersebut,” tutupnya.

Kesimpulan: Menyimpan uang di e-wallet sah-sah saja, asalkan sesuai batas aman dan disertai kesadaran keamanan digital. E-wallet cocok untuk transaksi praktis, tapi bukan untuk menabung dalam jangka panjang. Bijaklah dalam bertransaksi!

You Might Also Like

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN

Apa Kabar Industri Kripto Iran

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.

TAGGED: dompet digital, era digital, keamanan simpan uang di e-wallet, simpan uang di e-wallet, transaksi keuangan
M. Khamdi 20 Mei 2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Peluang Emas! KIP Kuliah 2025 Buka Akses Jalur Mandiri Tanpa Biaya
Next Article 8 Bank Digital Tanpa Biaya Admin, Solusi Keuangan Praktis di Era Modern
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
Apa Kabar Industri Kripto Iran
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?