JAKARTA: Akuisisi saham Bakmi GM oleh Djarum Group mengejutkan dunia bisnis kuliner. Djarum Group, melalui PT Djarum, dikenal sebagai konglomerasi yang mengelola berbagai bisnis di luar rokok. Beberapa di antaranya meliputi perbankan (BCA), elektronik (Polytron), ritel (Supra Boga Lestari), pariwisata (tiket.com), hingga makanan dan minuman (Savoria).
Kabar terbaru menyebutkan Djarum Group membeli 85% saham PT Griya Miesejati, operator Bakmi GM, dengan nilai akuisisi sekitar Rp2,1 triliun. Akuisisi ini diumumkan pada 4 Desember 2024. Langkah ini didorong oleh kinerja keuangan Bakmi GM yang menjanjikan. Restoran cepat saji ini melaporkan pendapatan tahunan sekitar Rp700 miliar, dengan rata-rata pendapatan harian Rp2 miliar.
Bakmi GM, yang awalnya bernama Bakmi Gajah Mada, didirikan pada 1959 oleh pasangan Tjhai Sioe dan Loei Kwai Fong. Restoran ini membuka cabang pertamanya di Melawai pada 1971. Kini, Bakmi GM memiliki lebih dari 50 outlet yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Bali, serta melayani lebih dari 30.000 pelanggan setiap hari.
Dikenal dengan menu lezat dan harga terjangkau, Bakmi GM menawarkan lebih dari 50 pilihan menu yang dibuat dari bahan berkualitas. Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di industri restoran, Bakmi GM mengandalkan sekitar 1.200 staf untuk menjaga kualitas pelayanan.
Akuisisi ini menunjukkan langkah strategis Djarum Group dalam memperluas portofolio bisnisnya, khususnya di sektor kuliner, yang semakin berkembang di Indonesia.

