JAKARTA: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, yang terdampak banjir rob pada Rabu (20/11). Didampingi Pj Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, Gibran meninjau pemukiman warga yang kerap dilanda banjir rob. Dalam kunjungannya, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak untuk mengatasi masalah ini.
Gibran juga menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir, termasuk proyek tanggul untuk melindungi Jakarta dari dampak kenaikan permukaan air laut. Meski banjir mulai surut, kondisi ini tetap menjadi perhatian serius pemerintah. Teguh Setyabudi menyampaikan bahwa banjir rob ini terkait dengan belum selesainya pembangunan tanggul pantai di Muara Angke. Ia berharap anggaran yang sedang dibahas bersama DPRD DKI Jakarta dapat mempercepat pelaksanaan proyek tersebut. Selain itu, upaya seperti pembangunan sodetan baru sudah mulai memberikan dampak positif terhadap aliran air.
Kesulitan Warga di Tengah Banjir Rob
Banjir rob yang melanda Muara Angke sejak Jumat (15/11) menyebabkan penderitaan bagi warga. Air rob yang mencapai ketinggian hingga 50 sentimeter merendam rumah selama lima hari berturut-turut. Solikin, salah satu warga, mengaku lelah membersihkan rumah setiap hari akibat genangan air yang masuk ke rumahnya. Tidak hanya itu, aliran listrik kerap padam selama banjir, sehingga aktivitas warga terganggu.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter di pagi hari hingga mencapai 50 sentimeter pada siang hari. Kondisi ini memaksa banyak warga menerobos genangan dengan kendaraan bermotor, meski berisiko merusak kendaraan. Sobirin, seorang warga, mengungkapkan motornya mogok setelah mencoba menerobos banjir. Situasi ini juga menyulitkan warga dalam beraktivitas, termasuk bekerja dan bepergian.
Inisiatif dan Solusi untuk Mengatasi Banjir
Warga Muara Angke memiliki cara unik untuk menghadapi banjir rob. Mereka memanfaatkan odong-odong sebagai moda transportasi alternatif untuk menghindari genangan air. Kendaraan ini menjadi andalan, terutama bagi anak-anak yang harus pergi ke sekolah. Tarifnya relatif terjangkau, yakni Rp3.000 untuk anak sekolah dan Rp5.000 untuk orang dewasa.
Di sisi lain, pemerintah setempat terus berupaya menangani banjir rob. Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara saat ini tengah membangun sodetan di RW 11 Muara Angke untuk mempercepat aliran air menuju laut. Kepala Seksi Drainase Sudin SDA Jakarta Utara, Yudo Widiatmoko, menjelaskan bahwa sodetan ini terkoneksi dengan Waduk Muara Angke dan dilengkapi pompa berkapasitas 2.000 liter untuk membuang air ke laut. Dengan adanya sodetan ini, genangan air rob diharapkan dapat surut lebih cepat.
Harapan untuk Masa Depan
Kunjungan Gibran dan upaya pemerintah setempat menunjukkan perhatian serius terhadap masalah banjir rob di Muara Angke. Meski tantangan masih ada, percepatan pembangunan tanggul dan sodetan memberikan harapan baru bagi warga. Diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi banjir rob secara berkelanjutan dan memastikan kehidupan warga tidak terus-menerus terganggu.

