Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Liang Wengfeng, Pendiri DeepSeek yang Mengguncang Industri AI Global
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Liang Wengfeng, Pendiri DeepSeek yang Mengguncang Industri AI Global
Tech News

Liang Wengfeng, Pendiri DeepSeek yang Mengguncang Industri AI Global

Last updated: Sabtu, 1 Februari 2025, 2:21 PM
By Sri Rejeki Handayani
Share
4 Min Read
Foto/Istimewa
SHARE

JAKARTA: Liang Wenfeng, pendiri perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, kini menjadi pusat perhatian dalam industri teknologi AI. Dalam waktu singkat, sosok yang sebelumnya tertutup ini menjadi simbol harapan China dalam menghadapi pembatasan ekspor teknologi oleh Amerika Serikat (AS).

Contents
Budaya Open-SourceMasa Depan DeepSeek

Pada 20 Januari 2025, Liang diundang ke sebuah simposium tertutup yang dipimpin oleh Perdana Menteri China, Li Qiang. Kehadirannya di acara yang dihadiri oleh akademisi senior, pejabat pemerintah, dan pemimpin perusahaan negara ini menandakan pengakuan pemerintah terhadap peran DeepSeek dalam persaingan global AI.

Di bawah kepemimpinan Liang, DeepSeek memilih pendekatan berbeda dibandingkan kebanyakan perusahaan teknologi China. Sementara banyak perusahaan berfokus pada pengadaptasian inovasi luar negeri, DeepSeek lebih menitikberatkan riset fundamental dalam pengembangan model AI.

DeepSeek tidak tertarik mengembangkan aplikasi pengguna akhir, tetapi lebih fokus membangun model AI yang dapat digunakan oleh perusahaan lain. Baru-baru ini, perusahaan ini meluncurkan asisten AI gratis yang diklaim lebih efisien dalam penggunaan data dan biaya dibandingkan dengan layanan lain yang tersedia. Peluncuran ini bahkan berdampak pada aksi jual saham teknologi global, menunjukkan besarnya pengaruh DeepSeek dalam industri AI.

Dalam wawancara dengan media China, Waves, Liang menegaskan pentingnya inovasi bagi industri AI China. “Kita sering berbicara tentang kesenjangan satu hingga dua tahun antara AI China dan AS, tetapi perbedaan sebenarnya adalah antara orisinalitas dan imitasi,” ujarnya.

Salah satu strategi utama DeepSeek adalah menerapkan sistem sumber terbuka (open-source) dalam model AI mereka. Pendekatan ini berbeda dari OpenAI yang mengembangkan AI dengan sistem tertutup. Dengan model open-source, pengembang dari seluruh dunia dapat mengakses dan memodifikasi kode dasar AI sesuai dengan kebutuhan mereka.

Budaya Open-Source

Menurut Liang, budaya open-source adalah faktor kunci keunggulan Silicon Valley dibandingkan China. “Open-source bukan sekadar strategi bisnis, tetapi lebih merupakan praktik budaya. Perusahaan yang menerapkan pendekatan ini akan memiliki kekuatan lunak yang lebih besar,” jelasnya.

Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma dalam pengembangan teknologi di China, yang kini lebih berorientasi pada inovasi dan eksplorasi ilmiah daripada sekadar mengejar keuntungan finansial.

Liang Wenfeng lahir dan dibesarkan di Provinsi Guangdong, daerah yang dikenal sebagai pusat kapitalisme pasar di China sejak era 1980-an dan 1990-an. Di usia 17 tahun, ia diterima di Universitas Zhejiang, salah satu universitas paling bergengsi di China, dan mengambil jurusan Teknik Elektronika dan Komunikasi.

Setelah meraih gelar magister di bidang Teknik Informasi dan Komunikasi pada 2010, ia mendirikan perusahaan dana lindung nilai (hedge fund) kuantitatif pada 2015. Perusahaan tersebut menggunakan algoritma matematis dalam perdagangan saham, menggantikan analisis manusia.

Portofolio dana yang dikelolanya berkembang pesat hingga mencapai lebih dari 100 miliar yuan (sekitar 13,79 miliar dolar AS) pada akhir 2021. Namun, pada April 2023, perusahaan tersebut mengumumkan perubahan fokus dari investasi ke eksplorasi kecerdasan buatan tingkat lanjut (Artificial General Intelligence/AGI). Sebulan kemudian, DeepSeek resmi didirikan.

AGI adalah sistem AI yang dapat melampaui kemampuan manusia dalam sebagian besar tugas bernilai ekonomi. Liang percaya bahwa tantangan dalam mencapai AGI akan menarik talenta terbaik di industri AI untuk bergabung dengan DeepSeek. “Bakat terbaik tentu saja tertarik pada tantangan terbesar di dunia. Tujuan kami tetap meraih AGI,” katanya dalam wawancara dengan Waves.

Masa Depan DeepSeek

Dengan fokus pada pengembangan teknologi fundamental dan komitmen terhadap open-source, DeepSeek berupaya menjadi pemimpin dalam industri AI global. Perusahaan ini tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menciptakan standar baru dalam pengembangan AI.

Dalam beberapa bulan ke depan, langkah DeepSeek akan terus diawasi oleh para pelaku industri dan pemerintah, baik di China maupun di luar negeri. Jika berhasil, DeepSeek berpotensi menjadi perusahaan AI pertama dari China yang mampu menyaingi dominasi OpenAI dan raksasa teknologi AS lainnya.

 

You Might Also Like

Selamat Datang “Ijazah Blockchain”

Teknologi Blockchain Efektif untuk Pemberantasan Korupsi

5 Ide Bisnis Sampingan Modal Kecil yang Bisa Dimulai Sekarang

Hati-Hati di Dunia Maya: Kenali Ciri-Ciri Situs Web Penipuan Sebelum Terlambat

TAGGED: AI China, deepseek, industri AI, kecerdasan buatan, Liang Wengfeng
Sri Rejeki Handayani 1 Februari 2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Cap Go Meh: Tradisi Puncak Perayaan Imlek yang Sarat Makna
Next Article PLN Beri Diskon 50% untuk Pelanggan Prabayar, Cek Batas Maksimalnya!
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
Apa Kabar Industri Kripto Iran
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?