JAKARTA: Nasib kelanjutan proyek strategis nasional (PSN) Tropical Coastland yang digagas oleh Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, milik taipan properti kondang Sugianto Kusuma alias Aguan, menjadi perhatian pemerintah. Proyek ini telah dibahas langsung dalam rapat kabinet bersama Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.
“Ada dong pembahasan (soal Tropical Coastland dengan Presiden Prabowo),” kata Nusron saat ditemui di Jakarta, Rabu (11/12/2024). Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai substansi diskusi tersebut dan hanya menyebut bahwa detailnya akan diumumkan pada waktu yang tepat.
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa pemerintah berencana memfasilitasi pertemuan antara PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) dengan beberapa pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Kehutanan. Tujuannya adalah menyelesaikan masalah terkait pembangunan PSN Tropical Coastland PIK 2, khususnya mengenai pelepasan kawasan lahan.
“Pelepasan kawasan itu akan didiskusikan bersama. Saat ini, status PSN diberikan untuk mempercepat proses perizinan, termasuk pelepasan lahan yang bermasalah,” jelas Susiwijono di Jakarta pada Senin (2/12/2024).
Namun, waktu pasti pelaksanaan koordinasi antara pemerintah dan pihak PANI masih belum ditentukan. Ia menambahkan bahwa masalah-masalah yang dihadapi saat ini bukanlah hal baru, tetapi telah sesuai dengan desain yang diajukan sejak awal.
Proyek Tropical Coastland telah ditetapkan sebagai PSN sejak Maret 2024, ketika Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pengumuman usai rapat kabinet bersama Presiden Joko Widodo. Proyek ini dirancang sebagai destinasi pariwisata berbasis hijau dengan luas 1.756 hektare.
“Dengan nilai investasi sekitar Rp65 triliun, proyek ini diharapkan menciptakan 6.235 lapangan kerja langsung dan 13.550 lapangan kerja tidak langsung sebagai efek pengganda,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi pada 24 Maret 2024.
Airlangga menambahkan, Tropical Coastland juga dirancang untuk mengakomodasi kawasan wisata mangrove, yang berfungsi sebagai mekanisme perlindungan alami terhadap pesisir. Selain itu, Kawasan PIK 2 akan terhubung dengan Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg yang mulai dibangun pada 2023.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Proyek ini tidak hanya diharapkan menjadi destinasi wisata unggulan, tetapi juga menjadi pendorong utama pengembangan ekonomi kreatif. Menariknya, pendanaan proyek ini sepenuhnya berasal dari sumber non-APBN atau tanpa menggunakan anggaran negara.
Dengan konsep pariwisata hijau yang terintegrasi dengan infrastruktur modern, Tropical Coastland diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisatawan domestik maupun internasional. Pemerintah percaya bahwa pengembangan ini akan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan potensi pariwisata Indonesia.
Namun, untuk memastikan keberhasilan proyek ini, penyelesaian persoalan perizinan dan pelepasan lahan menjadi prioritas utama yang terus dipantau oleh pemerintah. Dengan komitmen semua pihak terkait, diharapkan proyek ini dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

