JAKARTA: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang menetapkan pasangan calon nomor urut 2, Tjhai Chui Mie dan Muhammadin sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang terpilih untuk periode 2025-2030. Penetapan ini dilakukan dalam rapat pleno terbuka yang diselenggarakan di Hotel Mahkota Singkawang pada Kamis, 9 Januari 2025.
Pasangan ini memperoleh 52.253 suara atau 54,52% dari total suara sah. Keputusan penetapan dituangkan dalam Berita Acara Nomor 1/PL.02.7-BA/6172/2/2025 dan Surat Keputusan Nomor 1 Tahun 2025. Salinan dokumen ini diserahkan kepada pihak-pihak terkait, termasuk pasangan calon.
Acara tersebut dihadiri oleh Forkopimda, pasangan calon, tim pemenangan, partai politik pengusung, Bawaslu, dan media. Setelah penetapan, Tjhai Chui Mie menyampaikan pidatonya sebagai wali kota terpilih.
Karier Politik
Thjai Chui Mie adalah seorang politisi Indonesia yang dikenal sebagai Wali Kota Singkawang. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wali Kota Singkawang periode 2017–2022, menjadikannya perempuan pertama yang menjabat posisi tersebut di kota itu. Ia juga merupakan sosok yang memiliki latar belakang etnis Tionghoa, yang cukup menonjol di wilayah Singkawang, dikenal sebagai salah satu kota dengan populasi Tionghoa terbesar di Indonesia.
Tjhai Chui Mie memiliki latar belakang pendidikan di bidang ekonomi. Ia menyandang gelar sarjana ekonomi dan magister hukum. Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal aktif di berbagai organisasi dan memiliki pengalaman di bidang wirausaha.
Ia memulai karir politiknya dengan bergabung di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Tjhai Chui Mie pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Singkawang sebelum maju sebagai calon Wali Kota.
Pada masa jabatannya sebagai Wali Kota, ia berfokus pada pembangunan infrastruktur, promosi pariwisata (terutama budaya Tionghoa seperti Cap Go Meh), serta peningkatan layanan publik.
Singkawang semakin dikenal sebagai “Kota Seribu Klenteng” dan tujuan wisata budaya selama kepemimpinannya.
Kepemimpinan Tjhai Chui Mie sering dipandang sebagai simbol toleransi dan keberagaman di Singkawang, kota yang memiliki harmoni antara etnis Tionghoa, Melayu, dan Dayak.
Pada Pilkada 2024, ia berhasil kembali terpilih dengan suara mayoritas, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinannya.

