JAKARTA: Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Rachland Nashidik, menyerukan agar partainya dapat berbesar hati menerima hasil kekalahan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024. Partai Demokrat mendukung pasangan calon Ridwan Kamil dan Suswono yang kalah dari pasangan Pramono Anung dan Rano Karno.
Dalam pilkada yang berlangsung pada 27 November 2024, pasangan Ridwan Kamil-Suswono hanya memperoleh 1.718.160 suara, tertinggal dari Pramono-Rano yang meraih 2.183.239 suara dari total 4.714.393 suara sah.
“Demokrat, setidaknya Demokrat, perlu mengikuti teladan Ketua Umum @AgusYudhoyono dalam pilkada DKI 2017. AHY dengan ksatria memberi concession speech, tegar mengakui kekalahan, bahkan pada tahapan quick count. Demokrasi yang sehat butuh jiwa yang lapang,” tulis Rachland melalui akun X pribadinya, @rachlannashidik, pada Selasa (10/12/2024).
Rachland menegaskan bahwa keputusan Ridwan Kamil-Suswono untuk menggugat hasil Pilkada merupakan hak mereka sebagai kandidat yang bukan kader Demokrat. Namun, ia mengingatkan kader Demokrat bahwa mengakui kekalahan adalah bagian terhormat dalam demokrasi.
“Saya hanya ingin menyampaikan pesan bahwa menerima kekalahan merupakan sikap yang terpuji dalam demokrasi,” ujar Rachland dalam wawancara dengan Tempo pada Rabu, 11 Desember 2024.
Ia juga mengapresiasi kerja keras tim Ridwan Kamil-Suswono selama proses Pilkada, meski hasilnya tidak sesuai harapan. Menurutnya, dalam politik, tidak semua usaha berujung pada kemenangan.
“Seperti yang sering diingatkan oleh Pak SBY, ‘Kadang kita menang, kadang kita belajar’,” tambah Rachland.
Rachland juga menyoroti keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta yang telah menetapkan pasangan Pramono-Rano sebagai pemenang Pilkada. Ia mengajak kader Demokrat untuk bersikap cerdas dan bijaksana dalam menyikapi hasil ini.
“Ketua Harian Partai Gerindra, misalnya, sudah menyatakan menghormati hasil KPU. Kader Demokrat juga harus tunduk pada etika politik dan membaca situasi dengan bijak,” jelasnya.
Sebelumnya, KPU Jakarta menetapkan hasil rekapitulasi suara Pilkada Jakarta 2024 pada Ahad, 8 Desember 2024. Ketua KPU Jakarta, Wahyu Dinata, menyatakan hasil tersebut sah secara hukum. Pasangan nomor urut 3, Pramono Anung dan Rano Karno, memperoleh 2.183.239 suara atau 50,07 persen dari total suara sah, sehingga menang dalam satu putaran.
Pasangan Ridwan Kamil-Suswono berada di posisi kedua dengan 1.718.160 suara, sementara pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana hanya memperoleh 459.230 suara. Dengan hasil ini, Pramono-Rano resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk periode mendatang.
Sebagai penutup, Rachland mengingatkan bahwa penghormatan terhadap hasil demokrasi adalah esensi dari keberlanjutan politik yang sehat. Ia berharap partainya mampu menunjukkan kedewasaan politik dengan menerima hasil Pilkada secara sportif.

