JAKARTA: Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai Pilkada Jakarta 2024 mencerminkan perkembangan demokrasi Indonesia yang sesuai harapan. Menurut Mahfud, minimnya pengaruh Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dalam proses pemilu tersebut menjadi indikator penting.
“Pak Jokowi tidak memiliki pengaruh signifikan. Di Jakarta, dukungan Pak Jokowi secara lisan kepada Ridwan Kamil tetap tidak berhasil,” ungkap Mahfud dalam siniar “Terus Terang” di YouTube Mahfud MD Official, Rabu (11/12/2024).
Hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU Jakarta menunjukkan pasangan nomor urut 03, Pramono Anung-Rano Karno, meraih 50,07% suara. Mahfud menilai hal ini mencerminkan melemahnya hegemoni Jokowi di pilkada, termasuk di daerah lain seperti Tangerang, Bandung, Karanganyar, dan Jambi, di mana calon yang mendapat endorsement Jokowi juga kalah.
Mahfud mengimbau masyarakat agar tidak paranoid terhadap pengaruh Jokowi, mengingat ia kini sudah tidak lagi menjadi penguasa. “Pak Jokowi sekarang hanya orang biasa yang berpengaruh. Hak politiknya sah selama tidak melanggar hukum,” ujarnya.
Mahfud juga berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terpilih dapat bersinergi dengan cepat, mengingat banyak program nasional yang akan dilaksanakan di daerah.
Ia pun menegaskan pentingnya sikap netral seorang presiden dalam pemilu, kecuali jika presiden tersebut mencalonkan diri. “Undang-undang meminta presiden untuk netral dalam pemilu, dan itu harus ditaati,” tutup Mahfud.

