Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Kemenangan Koster-Giri Kokohkan Bali sebagai ‘Kandang Banteng’
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Kemenangan Koster-Giri Kokohkan Bali sebagai ‘Kandang Banteng’
Politik

Kemenangan Koster-Giri Kokohkan Bali sebagai ‘Kandang Banteng’

Last updated: Senin, 9 Desember 2024, 3:44 AM
By Sarjito Hambeng
Share
3 Min Read
SHARE

JAKARTA: Bali, yang dikenal sebagai ‘kandang banteng’ terus menunjukkan dominasi politiknya sebagai basis kuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Meskipun beberapa wilayah lain di Indonesia, seperti Sumatera Utara dan Jawa Tengah, menunjukkan melemahnya dominasi partai berlambang banteng moncong putih, Bali tetap menjadi benteng yang kokoh bagi PDIP.

Hasil Pilkada 2024 di Pulau Dewata menguatkan stempel politik tersebut. Betapa tidak? Dari 10 kontestasi pemilihan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, PDIP memenangkan sembilan di antaranya. Kemenangan ini termasuk di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, di mana pasangan I Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta meraih 61,49% suara. Selain itu, PDIP juga memenangkan Pilkada Denpasar, Gianyar, Klungkung, Bangli, Badung, Buleleng, Jembrana, dan Tabanan. Satu-satunya kekalahan terjadi di Kabupaten Karangasem.

Kemenangan ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat Bali terhadap PDIP, yang telah menjadi kekuatan dominan sejak lama. Sepanjang sejarah pemilu, Bali selalu menjadi penyumbang suara signifikan bagi PDIP, bahkan di era Orde Baru ketika Golkar mendominasi melalui pengaruh birokrasi dan militer. Bali tetap memelihara semangat dan ideologi PDIP, yang saat itu bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI), dan ini meledak dalam kemenangan besar pada Pemilu 1999.

Akar dominasi PDI-P di Bali dapat dilacak ke Pemilu 1955. Saat itu, Partai Nasional Indonesia (PNI), yang didirikan oleh Soekarno, menang mutlak di Bali. Kemenangan ini sebagian besar disebabkan oleh kedekatan emosional masyarakat Bali dengan Soekarno, yang memiliki garis keturunan Bali dari ibunya. Selain itu, ideologi nasionalis PNI dianggap relevan dengan masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu.

Namun, dominasi PNI sempat memudar selama Orde Baru, ketika Golkar menggunakan kekuatan birokrasi dan militer untuk meraih dominasi politik. Meski demikian, masyarakat Bali tetap memelihara semangat PNI melalui perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap merusak nilai-nilai tradisional dan sakral. Ketika Orde Baru runtuh pada 1998, PDIP yang merupakan penerus PNI bangkit kembali, dan Golkar kehilangan cengkeramannya.

Pemilu 1999 menjadi tonggak kebangkitan PDIP di Bali, di mana partai ini menang besar. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh warisan historis PNI, tetapi juga oleh sosok Megawati Soekarnoputri, putri Bung Karno, yang dianggap mewakili aspirasi masyarakat Bali. Sejak itu, PDIP terus mendominasi politik lokal dan nasional di Bali, termasuk memenangkan suara terbanyak dalam pemilihan presiden yang melibatkan kandidat dari partai ini.

Kunci Dominasi PDIP di Bali

Keberhasilan PDIP di Bali tidak hanya didasarkan pada faktor sejarah, tetapi juga pada keberhasilannya dalam kaderisasi. Banyak kader PDIP yang menduduki posisi penting di lembaga adat tradisional seperti banjar, subak, dan sekaa, yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Bali. Hubungan erat ini memungkinkan PDIP mengonversi pengaruhnya menjadi suara dalam pemilu.

Jika keberhasilan kaderisasi ini terus dijaga dan narasi historis PDIP terus direproduksi, tampaknya dominasi partai ini di Bali akan sulit tergoyahkan. Dalam konteks politik nasional, Bali akan tetap menjadi salah satu daerah terkuat yang mendukung PDIP.

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: dominasi PDIP di Bali, I Nyoman Giri Prasta, I Wayan Koster, PDI Perjuangan, Pilkada Bali 2024
Sarjito Hambeng 9 Desember 2024
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Makna Politik Penting Kemenangan Pramono-Rano bagi PDIP
Next Article Kongres Projo Ditunda, Wacana Jadi Partai Menggantung
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?