Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Menanti Langkah Politik Jokowi Usai Dipecat PDI Perjuangan…
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Menanti Langkah Politik Jokowi Usai Dipecat PDI Perjuangan…
Politik

Menanti Langkah Politik Jokowi Usai Dipecat PDI Perjuangan…

Last updated: Minggu, 8 Desember 2024, 3:24 AM
By Raden Parwoto
Share
4 Min Read
SHARE

JAKARTA: Setelah pemecatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), beberapa partai politik menyatakan kesiapan mereka untuk menampungnya. Ketua organisasi relawan pro-Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa banyak partai yang bersedia menerima Jokowi, terutama Projo jika nantinya menjadi partai politik resmi.

Selain itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga menjadi sorotan. Dengan Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, menjabat sebagai Ketua Umum PSI sejak September 2023, ada spekulasi bahwa PSI dapat menjadi wadah politik bagi keluarga Jokowi.

Pun Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan bahwa partainya terbuka jika Jokowi ingin bergabung. “Oh kalau Gerindra terbuka. Terbuka. Tapi kita tentunya tidak bisa maksa beliau masuk,” kata Prabowo sambil tertawa ketika menerima kunjungan Jokowi di kediamannya di kawasan Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (6/12) malam.

Sementara Partai Golkar sendiri memastikan bahwa Jokowi dan anaknya, Gibran Rakabuming Raka yang saat ini menjadi Wakil Presiden, telah berstatus anggota kehormatan, meski bukan kader Golkar.

Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Jokowi mengenai afiliasi politik barunya setelah pemecatan dari PDIP. Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, pemecatan atau pemberhentian itu Jokowi, juga Gibran dan Bobby Nasution (menantu Jokowi) akan diumumkan secara resmi pada 17 Desember 2024 bersama dengan belasan kader PDIP lainnya.

Hasto mengatakan partainya bakal memecat 27 kader karena mendukung pasangan calon (paslon) kepala daerah lain dan bermain di dua kaki di Pilkada 2024.

“(Mereka) mendukung calon lain termasuk kemudian kaki dua, tidak menjalankan perintah partai,” katanya di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2024).

Nilai Jual

Sebenarnya wajar jika sejumlah partai siap menampung Jokowi untuk bergabung menjadi anggota atau kadernya. Bagaimana pun sosok Presiden ke-7 RI itu masih memiliki pengaruh atau “nilai jual” yang cukup besar. Buktinya, sejumlah calon kepala daerah yang didukungnya (endorse) terpilih dalam hajatan pilkada serentak  27 November lalu.

Tentu saja sulit dipungkiri bahwa di sisi lain ada kelompok masyarakat kritis, umumnya di segmen kelas menengah, yang tidak nyaman dengan sosok Jokowi, terutama terkait dengan manuver politiknya kurang lebih 2 tahun terakhir, termasuk merestui anaknya, Gibran, maju sebagai cawapres dalam hajatan Pilpres 14 Februari lalu yang diawali dengan kontroversi putusan Mahkamah Konstitusi No. 90 yang memungkinkannya bisa nyawapres.

Problem terbesar Jokowi saat ini adalah dia bukan lagi presiden, dan tidak sedang memegang kendali otoritas legal formal kekuasaan apapun. Dengannya, posisi tawar Jokowi terhadap partai manapun yang siap menampungnya niscaya relatif lemah.

Bergabung hanya sebagai anggota atau kader biasa tanpa posisi atau jabatan yang berpengaruh di partai tentu saja bukan pilihan menarik. Sekaliber Jokowi semestinya layak menjabat sebagai ketua umun atau setidaknya ketua dewan pembina, yang memiliki peran dan kewenangan turut mengendalikan dan menentukan arah partai.

Paling realistis bagi Jokowi tampaknya adalah bergabung secara resmi ke PSI yang notabene telah dinahkodai putra bungsunya Kaesang Pangarep. Jokowi tentu akan mendapat tempat terhormat, semisal ketua dewan pembina, bukan sekadar kader biasa.

Atau, mungkinkah Jokowi akan memimpin partai baru yang embrionya berupa organisasi relawan Projo?

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: Budi Arie Setiadi, Gerindra, Hasto Kristiyanto, Jokowi, PDIP, Prabowo Subianto, Projo, PSI
Raden Parwoto 8 Desember 2024
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article New Honda PCX 160: Inovasi RoadSync Bisa Buka Pesan WhatsApp
Next Article Pramono-Anies atau Anies-Pramono Duet Potensial di Pilpres 2029!
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?