Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Survei Indopol di Jawa Timur Alami Kendala, Warga Takut Bansos Dicabut
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Survei Indopol di Jawa Timur Alami Kendala, Warga Takut Bansos Dicabut
Politik

Survei Indopol di Jawa Timur Alami Kendala, Warga Takut Bansos Dicabut

Para surveyor mereka rata-rata ditolak oleh kelurahan, RT/RW, dan bahkan warga karena tak ingin masalah survei menjadi isu politik yang berujung pada potensi pencabutan bantuan dari pemerintah.

Last updated: Kamis, 25 Januari 2024, 4:12 PM
By Raden Parwoto
Share
4 Min Read
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Ada temuan menarik yang didapatkan lembaga Indopol Survey seputar survei elektabilitas capres-cawapres di Pilpres 2024, yakni tingkat undecided voter yang tinggi di Provinsi Jawa Timur sehubungan dengan kecemasan warga soal pencabutan bantuan sosial.

Direktur Eksekutif Indopol Survey, Ratno Sulistyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat merilis hasil survei elektabilitas capres dan cawapres untuk periode 8-15 Januari 2024 di Jawa Timur.

Survei Indopol sendiri melibatkan 1.240 responden di 38 provinsi di Indonesia, ungkap Ratno dalam diskusi bertajuk ‘Anomali Perilaku Pemilih Pemilu 2024 dan Perbedaan Hasil Lembaga Survei’ yang digelar secara daring, Rabu (24/1).

Ratno menjelaskan bahwa ada beberapa masalah teknis yang muncul di lapangan, terutama terkait dengan respons dari responden. Sejumlah responden menolak untuk mengisi survei dengan alasan adanya tekanan atau intimidasi, sehingga menyebabkan tingginya persentase pemilih yang belum memutuskan pilihannya, yang sering disebut sebagai undecided voter.

Contohnya, papar Ratno, di Kabupaten Blitar, sebanyak 85% responden menyatakan tidak memberikan jawaban mengenai pilihan pasangan calon, dengan tingkat undecided voter yang sangat tinggi. Situasi serupa terlihat di Kediri, di mana tingkat undecided voter mencapai 40%.

Ratno memberikan contoh lain, seperti di Kota Madiun dengan tingkat undecided voter sebesar 43,3%, Pacitan 24%, dan Malang 22,9%. Wilayah Mojokerto juga mencatat jumlah undecided voter tertinggi, mencapai 55%, diikuti oleh Jombang 67,5%, Bondowoso 70%, dan Probolinggo 43,8%.

Penolakan

Menjelaskan lebih lanjut, Ratno mengungkapkan bahwa dalam melakukan survei di Jawa Timur, khususnya di wilayah Surabaya, Malang, Blitar, dan Banyuwangi, pihaknya mengalami penolakan dari pihak kelurahan terhadap surveyor mereka. Alasan penolakan tersebut adalah kelurahan khawatir bahwa terlibat dalam survei politik dapat berdampak negatif pada bantuan sosial dan Program Keluarga Harapan yang mereka terima.

Ratno mengungkapkan bahwa para surveyor mereka rata-rata ditolak oleh kelurahan, RT/RW, dan bahkan warga karena tak ingin masalah survei menjadi isu politik yang berujung pada potensi pencabutan bantuan dari pemerintah.

“Situasinya adalah kami tidak ingin terlibat dalam politik, karena takut akan dicabutnya bantuan sosial dan Program Keluarga Harapan, seperti yang terjadi pada desa tetangga saat pilkada sebelumnya,” tegas Ratno.

Dia menyatakan bahwa ini merupakan pengalaman baru bagi Indopol Survey, karena survei mereka sebelumnya selalu berjalan lancar. Salah satu contohnya adalah saat mereka melakukan survei di Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, di mana kepala desa turut campur untuk memilihkan responden dengan alasan keamanan dan menjaga kondusivitas daerahnya.

“Dalam kasus seperti ini, cenderung ke mana? Ya, secara umum, mereka cenderung memilih yang memberikan bantuan sosial. Begitulah kira-kira situasinya. Bahkan, kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Lamongan, meskipun terjadi pada pilkada sebelumnya,” tambahnya.

Baca juga: Klaim Boy Thohir Picu Sentimen Negatif Pasar Saham

Dengan merujuk temuan Indopol Survey seperti yang dipaparkan di atas, tampaknya ada kekhawatiran warga penerima bantuan pemerintah tentang risiko disetopnya bantuan sosial jika berpartisipasi dalam jajak pendapat.

Tingginya angka undecided voter memberikan indikasi awal bahwa sejauh ini belum bisa dipastikan paslon yang paling potensial memenangkan suara di Jatim.

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: bansos, Indopol Survey, jawa timur, kendala survei, undecided voter
Raden Parwoto 25 Januari 2024
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Klaim Boy Thohir Picu Sentimen Negatif Pasar Saham
Next Article Surya Paloh Siap Ketemu Megawati, Menuju Koalisi di Putaran Kedua Pilpres…
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?