JAKARTA (Sketsa.co) — Beberapa pengamat dan konsultan politik seperti bos Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah, meyakini bahwa Pilpres 2024 sulit berlangsung satu putaran, meski sejauh ini sejumlah hasil survei menunjukkan elektabilitas duet capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menduduki peringkat teratas dengan raihan di kisaran 40-an persen.
Dengan kecenderungan tersebut, hampir bisa dipastikan Prabowo-Gibran bakal lolos masuk putaran kedua jika tak berhasil meraih kemenangan langsung sekali putaran.
Pertanyaannya, paslon mana yang bakal menghadapi paslon nomor urut 02 tersebut di babak final pada Juni, seandainya memang berlangsung dua putaran?
Berikutnya, benarkah kubu 01 (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) dan 03 (Ganjar Pranowo-Mahfud MD) bakal berkoalisi untuk memperkuat barisan guna menghadapi paslon 02 di putaran final?
Masinton Pasaribu, politisi PDI Perjuangan, mengakui bahwa tim Ganjar-Mahfud telah menjalin komunikasi informal dengan tim paslon Anies-Muhaimin untuk membahas kemungkinan koalisi di antara keduanya.
Dalam sebuah diskusi yang bertajuk “Jadi ‘Omon-omon’ Istana hingga Rakyat Jelata” di Jakarta pada Sabtu (13/1), Masinton mengungkapkan bahwa komunikasi informal sedang berlangsung, dengan tujuan membangun pemahaman bersama sebelum diformalisasi. Komunikasi 01 dan 03 dimaksudkan untuk membahas potensi kerjasama.
Baca juga: Tentang Pernyataan Faisal Basri ‘Menkeu & Menteri PUPR Siap Mundur’
Menurut Masinton, intensitas komunikasi antara tim pemenangan 01 dan 03 meningkat secara alami karena mereka memiliki kesadaran yang sama terkait kondisi demokrasi saat ini.
Masinton menyatakan bahwa kedua tim pemenangan, terutama di tingkat ‘akar rumput’ memiliki kesamaan tujuan untuk menjaga dan mempertahankan demokrasi yang telah ada selama 25 tahun di Indonesia.
“Jadi, di kalangan akar rumput ada suara untuk bergabung. Apapun itu spektrum politik kita, demokrasi harus kita selamatkan,” ujar Masinton.
Cair
Sekretaris Jenderal Nasdem Hermawi Taslim mengakui adanya komunikasi kubu 01 dengan 03. Menurut Hermawi, komunikasi itu terjadi bukan secara resmi, melainkan antar-perorangan pada masing-masing kubu. Namun, Hermawi juga mengungkapkan bahwa komunikasi itu terjalin pula dengan kubu palon 02.
“Komunikasi kita cair terbuka saja. Sekarang ini komunikasi kita, orang per orang, personal per personal. Tidak resmi. Bukan komunikasi kelembagaan,” ucap Hermawi saat ditemui di Akademi Bela Negara Nasdem, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (18/1).
Jika pada akhirnya Pilpres 2024 berlangsung dua putaran dengan menempatkan paslon 02 sebagai salah satu yang berlaga di babak final tersebut, agaknya potensi kubu 01 dan 03 untuk berkoalisi tinggal selangkah lagi.
Kini, tentu saja, ketiga paslon (01,02 dan 03) tengah berusaha keras untuk memperoleh hasil terbaik di laga 14 Februari 2024. Syukur-syukur bisa memenangkan pilpres sekali putaran…

