Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Saat Ketum PBNU Tegaskan Tidak Ada Capres-Cawapres Atas Nama NU
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Saat Ketum PBNU Tegaskan Tidak Ada Capres-Cawapres Atas Nama NU
Politik

Saat Ketum PBNU Tegaskan Tidak Ada Capres-Cawapres Atas Nama NU

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan bahwa tidak ada capres-cawapres yang bisa mengklaim sebagai perwakilan NU dalam Pemilu 2024 menyusul deklarasi pasangan bakal capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar  (Ketua Umum PKB) di Surabaya, Sabtu (2/9).

Last updated: Minggu, 3 September 2023, 1:52 PM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan bahwa tidak ada capres-cawapres yang bisa mengklaim sebagai perwakilan NU dalam Pemilu 2024 menyusul deklarasi pasangan bakal capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar  (Ketua Umum PKB) di Surabaya, Sabtu (2/9).

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan bahwa tidak ada capres atau cawapres yang bisa mengatasnamakan NU. Menurutnya, jika ada calon yang mengklaim sebagai perwakilan NU, itu hanya merupakan pendapat pribadi.

“Saya tegaskan sekali lagi di sini, tidak ada calon atas nama NU. Saya ulangi ya, tidak ada calon atas nama NU. Masih perlu diulangi lagi ndak?” kata Gus Yahya, Minggu (3/9).

Dia menegaskan jika ada calon, mereka harus berdiri atas nama kredibilitas dan rekam jejak mereka sendiri. “Tidak ada yang dapat mengatasnamakan NU.”

Gus Yahya juga mencatat bahwa hingga saat ini tidak ada pembicaraan di dalam PBNU yang terkait dengan capres dan cawapres. Hal ini karena PBNU adalah organisasi keagamaan dan bukan organisasi politik.

“Jika ada klaim bahwa para ulama di PBNU memberikan restu (sosok tertentu), itu sama sekali tidak benar. Karena di dalam PBNU, tidak pernah ada pembicaraan tentang capres. Itu adalah domain partai politik, silakan,” ungkapnya.

Menurutnya, jika seseorang ingin memenangkan dukungan dari kalangan NU, yang perlu diyakinkan adalah masyarakat, bukan PBNU.

Terkait dengan klaim Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mendapat restu dari para kiai, menurut Gus Yahya,  restu tersebut bukan datang dari kiai di PBNU.

Gus Yahya juga mengatakan bukan hanya Cak Imin yang mengklaim dirinya sebagai anggota NU, banyak tokoh lain juga sering mengklaim diri mereka NU, misalnya Mahfud MD dan Khofifah Indar Parawansa. Namun, dia tidak mempermasalahkannya.

Klaim Cak Imin

Sebelumnya, dalam pidatonya saat deklarasi, Cak Imin mengatakan PKB mewarisi ajaran NU. Cak Imin menuturkan pilihan untuk masuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dan mendukung Anies sudah sesuai ajaran NU.

Cak Imin menjelaskan nilai-nilai Koalisi Perubahan juga diwariskan oleh NU, ormas keagamaan Islam yang lekat dengan PKB.

Baca juga: Anies-Cak Imin Resmi Dideklarasikan, Suara Nahdliyin Jadi Penentu…

PKB didirikan oleh para ulama dan tokoh politik berlatar NU, antara lain Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, setelah tumbangnya rezim Orde Baru dan munculnya era reformasi. NU adalah ormas Islam terbesar di Tanah Air yang diperkirakan menaungi sedikinya 40 juta jiwa.

Pada setiap momen pilpres, komunitas Islam tradisional berpaham moderat itu selalu menjadi perebutan kekuatan politik, termasuk pasangan capres-cawapres, untuk mendukung peluang pemenangan.

Pertanyaannya, akankah mayoritas warga NU yang dominan bermukim di Jawa Tengah dan Jawa Timur akan mengalirkan dukungan ke duet Anies-Cak Imin pada pilpres mendatang?

 

 

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: Anies-Cak Imin, Cak Imin, Gus Yahya, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, Pilpres 2024
Raden Parwoto 3 September 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Anies-Cak Imin Resmi Dideklarasikan, Suara Nahdliyin Jadi Penentu…
Next Article Ke Mana Demokrat Mengalihkan Dukungan di Pilpres 2024?
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?