JAKARTA (Sketsa.co) — Rasanya nyaris tak ada pengamat yang pernah membayangkan kemungkinan duet Anies Baswedan dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai bakal calon presiden-calon wakil presiden untuk Pilpres 2024.
Namun, fakta mengejutkan itulah yang terjadi. Bahkan, tak berselang lama dari terungkapnya rencana duet dua tokoh tersebut, beredar informasi bahwa besok, Sabtu (2/9) akan digelar deklarasi pasangan capres-cawapres Anies-Cak Imin di Surabaya, Jawa Timur.
Hal itu terungkap dari status politisi Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago di akun Whatsapp-nya yang diunggah Jumat (1/9). Irma awalnya bersyukur Anies berpasangan dengan Cak Imin. “Alhamdulillah akhirnya Anies berpasangan dengan Gus Muhaimin.”
“Harusnya saya berangkat besok ke Surabaya untuk hadiri deklarasi, by the way (btw) izin karena sedang umroh,” ujarnya.
Sebelumnya, informasi perihal duet Anies-Cak Imin diungkap Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya yang mengatakan keputusan itu diambil sepihak oleh Ketum Nasdem Surya Paloh.
“Sesuatu yang tidak terduga dan sulit dipercaya terjadi. Di tengah proses finalisasi kerja parpol koalisi bersama capres Anies dan persiapan deklarasi, tiba-tiba terjadi perubahan fundamental dan mengejutkan,” kata Riefky dalam keterangannya, Kamis (31/8).
Menurut Riefky, pada Selasa malam (29/8) bertempat di Nasdem Tower, Jakarta, secara sepihak Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies, tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS—sesama anggota Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
Riefky menyebut Anies dipanggil malam itu juga oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan tersebut. Meski demikian, Riefky menyebut Anies hanya mengutus Sudirman, juru bicaranya, untuk menyampaikan keputusan penting tersebut kepada Demokrat dan PKS.
Baca juga: Benarkah Jokowi Masih Berupaya Menyatukan Ganjar-Prabowo?
“Malam itu juga, capres Anies dipanggil oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan itu. Sehari kemudian, 30 Agustus 2023, capres Anies dalam urusan yang sangat penting ini, tidak menyampaikan secara langsung kepada pimpinan tertinggi PKS dan Partai Demokrat, melainkan terlebih dahulu mengutus Sudirman Said untuk menyampaikannya,” kata Riefky.
“Rentetan peristiwa yang terjadi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan; pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati ketiga parpol; juga pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh Capres Anies Baswedan, yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan,” lanjutnya.
Anies memang pernah mengatakan dirinya akan memilih bakal cawapres yang memberikan efek kejutan. Dan sosok pilihannya itu memang benar-benar mengejutkan jagat politik Indonesia: Cak Imin!

