JAKARTA (Sketsa.co) — Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarief Hasan menilai pernyataan Ketua DPP PDIP Said Abdullah yang membayangkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan menjadi satu kekuatan sebagai sesuatu yang sulit terwujud, karena keduanya memiliki visi yang berbeda.
“Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) adalah perubahan dan perbaikan,” kata Syarief kepada wartawan, Selasa (22/8).
Dia justru bertanya, apakah PDIP bisa sejalan dengan konsep perubahan yang diusung oleh koalisi partai pendukung Anies Baswedan. “Menjadi pertanyaan mungkinkah PDIP sejalan dengan KPP?”
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengaku tak jemawa Ganjar Pranowo unggul dari Anies dalam simulasi capres head to head versi hasil survei Litbang Kompas yang dirilis Senin (21/8).
“Bagi kami, Anies Baswedan bukan kompetitor yang patut diremehkan. Beliau dengan Ganjar adalah sosok calon pemimpin yang cerdas. Apalagi jika keduanya bisa bergabung menjadi satu kekuatan, tentu akan makin bagus buat masa depan kepemimpinan nasional kita ke depan, sama sama masih muda, cerdas, dan enerjik,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketum Nasdem Ahmad Ali mengatakan Anies dimajukan sebagai capres dan niatnya bukan untuk mengalahkan orang.
“Anies Baswedan itu dicalonkan oleh Koalisi Perubahan sebagai capres. Jadi ini kan bukan sekedar mengalahkan orang, tapi bagaimana menghasilkan gagasan di antara pemimpin,” katanya.
Ali mengatakan sampai saat ini pihaknya percaya diri Anies akan maju di Pilpres 2024 sebagai capres.
“Tentunya kita sampai hari ini masih confident untuk memajukan sebagai capres. Walaupun hasil survei begini, begonolah, tapi dalam beberapa peristiwa politik di Indonesia hampir rata-rata lembaga survei itu banyak kelirunya,” ujar Ahmad Ali.
Dia juga menilai mustahil Ganjar menjadi cawapres bagi Anies, mengingat PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2019. Hal yang sama juga mustahil Anies menjadi cawapres Ganjar, karena sedari awal mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut diusung menjadi capres.
Baca juga: Pilpres 2024 Jadi Arena Kompetisi Tiga King Maker?
Jadi, mungkinkah Nasdem berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung Ganjar-Anies?
Jawabannya, tak ada yang tak mungkin dalam politik, apalagi hingga kini baik Ganjar maupun Anies belum punya bakal cawapres yang definitif.
Bukankah keputusan politik penting dan strategis, apalagi menyangkut kontestasi pilpres, acapkali diambil saat last minutes?

