Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Kala Jokowi Bilang, ”Itu Bukan Wewenang Pak Lurah…”
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Kala Jokowi Bilang, ”Itu Bukan Wewenang Pak Lurah…”
Politik

Kala Jokowi Bilang, ”Itu Bukan Wewenang Pak Lurah…”

Merapatnya Golkar dan PAN ke kubu Gerindra-PKB dengan mendukung pencapresan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyisakan spekulasi tentang dugaan keterlibatan Presiden Jokowi di balik terbentuknya koalisi empat partai tersebut menghadapi Pilpres 2024.

Last updated: Kamis, 17 Agustus 2023, 5:28 PM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Merapatnya Golkar dan PAN ke kubu Gerindra-PKB dengan mendukung pencapresan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyisakan spekulasi tentang dugaan keterlibatan Presiden Jokowi di balik terbentuknya koalisi empat partai tersebut menghadapi Pilpres 2024.

Pertanyaannya, benarkah Jokowi memberi “arahan” dan “restu” terhadap langkah Golkar dan PAN bersama Gerindra dan PKB membentuk koalisi besar untuk mengusung pencapresan Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra tersebut?

Jokowi sendiri telah menegaskan bahwa dirinya tidak ikut-ikutan dalam penentuan capres-cawapres, karena hal itu menjasi urusan ketua umum partai yang memilki wewenang untuk melakukan hal itu.

“Jadi saya ingin mengatakan, itu bukan wewenang saya, bukan wewenang Pak Lurah, bukan wewenang Pak Lurah, sekali lagi,” kata Jokowi dalam pidato kenegaraannya pada Sidang Tahunan MPR, Rabu (16/8/2023).

Awalnya, Jokowi mengungkapkan keheranannya mengenai pernyataan partai-partai politik yang mengaku menunggu arahan “Pak Lurah” soal capres dan cawapres yang hendak diusung.

“Saya sempat mikir, siapa ini ‘Pak Lurah’, sedikit-sedikit kok ‘Pak Lurah’. Belakangan saya tahu yang dimaksud ‘Pak Lurah’ ternyata saya,” ujarnya.

Baca juga: Saat Anies Baswedan Mulai “Tak Diperhitungkan” di Pilpres 2024

Jokowi lalu menegaskan bahwa ia bukanlah seorang lurah, melainkan Presiden Republik Indonesia . Jokowi juga menegaskan, jabatan presiden yang disandangnya tidak membuat dia mempunyai wewenang untuk menetapkan bakal capres-cawapres yang akan maju pada Pilpres 2024.

“Sesuai ketentuan undang-undang, yang menentukan capres dan cawapres itu adalah partai politik dan koalisi partai politik,” ujar Jokowi.

Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak memungkiri bahwa ia kerap dibawa-bawa dalam bursa pencalonan presiden dan wakil presiden.

“Ini sudah menjadi nasib seorang presiden untuk menjadi paten-patenan dalam bahasa Jawa, dijadikan alibi, dijadikan tameng. Bahkan, walau kampanye belum mulai, foto saya banyak dipasang di mana-mana, ya saya harus ngomong apa adanya,” kata Jokowi.

Wacana Koalisi Besar

Seperti diketahui, Jokowi sempat melontarkan wacana soal pembentukan koalisi besar dalam acara silaturahmi PAN yang juga dihadiri Ketua Umum Partai Golkar, Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kantor DPP PAN, pada bulan Ramadan lalu.

Namun, wacana itu tak berlanjut karena PDIP sekonyong-konyong mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai bakal capres, yang kemudian diikuti dengan merapatnya PPP untuk mendukung pencapresan Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Pada Minggu (13/8), giliran Golkar dan PAN memutuskan bergabung bersama Gerindra dan PKB mengusung pencapresan Prabowo Subianto. Meski Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PAN Zulkifli Hasan menegaskan tidak ada arahan dari Jokowi terkait dengan langkah mereka mendukung pencapresan Prabowo, namun spekulasi yang berkembang menyebutkan Jokowi memberi restu langkah dua partai tersebut.

Sebelumnya, seperti ditulis liputan6.com,  Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa dukungan Golkar dan PAN untuk Prabowo Subianto sudah direstui Presiden Jokowi. “…Seizin dan restu dari Pak Jokowi. Itu saya bisa katakan,” ucap Hashim saat diskusi Konsolidasi Relawan Prabowo, secara daring, Kamis (10/8).

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: bukan Pak Lurah, Golkar dan PAN, Pilpres 2024, Prabowo Subianto, Presiden Jokowi
Raden Parwoto 17 Agustus 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Tips Umum Mencari Pekerjaan di Luar Negeri
Next Article Ini Dia Beberapa Jenis Pekerjaan Digital Nomad
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?