Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Saat Mayoritas Warga Minta Jokowi Tidak Memihak Capres Tertentu
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Saat Mayoritas Warga Minta Jokowi Tidak Memihak Capres Tertentu
Politik

Saat Mayoritas Warga Minta Jokowi Tidak Memihak Capres Tertentu

Hasil survei dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang menginginkan Presiden Jokowi tetap netral dan tidak memihak salah satu kandidat calon presiden.

Last updated: Senin, 24 Juli 2023, 12:54 PM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Hasil survei dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang menginginkan Presiden Jokowi tetap netral dan tidak memihak salah satu kandidat calon presiden.

Hasil survei itu menyebutkan hanya sekitar 40% masyarakat yang setuju jika Jokowi memihak ke salah satu kandidat capres.

Masyarakat yang menyatakan ingin Jokowi bersikap netral sebanyak 26,2%, dan sebanyak 19,7% kurang setuju dengan keberpihakan Jokowi pada salah satu kandidat capres. Sementara 10,2% masyarakat menyatakan tidak setuju sama sekali dengan keberpihakan Jokowi. Sedangkan 2,9% responden tidak memberikan jawaban.

Survei ini juga menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat, yaitu 45,2%, percaya bahwa Jokowi lebih banyak mendukung capres dari PDIP, yaitu Ganjar Pranowo.

Meskipun hubungan Jokowi dan Prabowo terlihat dekat belakangan ini, hanya 29,8% masyarakat yang percaya bahwa dukungan Jokowi lebih condong pada capres dari Gerindra, yaitu Prabowo.

Secara keseluruhan, mayoritas masyarakat berpendapat bahwa Jokowi lebih mendukung Ganjar Pranowo (45,2%) daripada Anies Baswedan (9,6%).

Survei ini dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia pada tanggal 20-24 Juni 2023 dengan mewawancarai 1.220 orang yang berusia 17 tahun atau lebih dan memiliki hak pilih. Pengambilan sampel responden dilakukan secara acak bertingkat atau multistage random sampling.

Indikator Politik juga mengklaim telah melakukan kontrol kualitas terhadap 20% responden. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan sekitar 95% dengan margin of error sekitar +- 2,9%.

Ganjar & Prabowo

Selama ini banyak pihak meyakini bahwa Presiden Jokowi memberikan dukungan khusus terhadap dua kandidat capres, yakni Ganjar Pranowo  dan Prabowo Subianto.

Konon dukungan itu diberikan karena keduanya dianggap bakal menjamin keberlanjutan berbagai program dan proyek pembangunan yang telah dan sedang dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi, misalnya tentang hilirisasi dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Di sisi lain, Jokowi dianggap tidak nyaman atau tidak mendukung pencapresan Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, yang dinilai merupakan antitesa terhadap dirinya.

Baca juga: Saat Luhut Siap Jadi Ketum Golkar Tapi Bantah Dalangi Munaslub

Disebut antitesa, karena saat menjadi Gubernur DKI, Anies acapkali mengambil langkah berbeda yang dinilai oleh pendukung Jokowi dianggap sebagai “asal berbeda”, misalnya mengganti program “normalisasi sungai” era Gubernur Jokowi yang diteruskan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan “naturalisasi sungai”.

Namun, belakangan, Jokowi tampak mengambil sikap lebih luwes dan netral terhadap pencapresan Anies Baswedan. Saat bertemu Ketum Nasdem Surya Paloh di Istana Presiden, Senin (17/7) sore, Jokowi menanyakan soal bakal cawapres pendamping Anies kepada Surya Paloh, yang merupakan pimpinan Nasdem, salah satu anggota Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) selaku pengusung capres Anies Baswedan.

Agaknya,  sebagai Presiden dan Kepala Negara, Jokowi ingin memberi kesan dan pesan kepada khalayak bahwa dirinya mengayomi seluruh kandidat capres yang akan berlaga di Pilpres 2024.

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: Anies Baswedan, Ganjar dan Prabowo, Indikator Politik Indonesia, Pilpres 2024, Presiden Jokowi, tidak memihak capres
Raden Parwoto 24 Juli 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Saat Luhut Siap Jadi Ketum Golkar Tapi Bantah Dalangi Munaslub
Next Article Saat Cak Imin Masuk 5 Nama Kandidat Potensial Cawapres Pendamping Ganjar
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?