JAKARTA (Sketsa.co) — Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan membantah bahwa dirinya menjadi dalang di balik isu penggulingan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar melalui penyelenggaraan musyawarah nasional luar biasa (munaslub).
Luhut mengakui bahwa Dewan Pakar Golkar telah meminta dirinya untuk maju sebagai Ketua Golkar. Meskipun bersedia menjadi Ketua Golkar, namun ia tidak ingin berkonflik dengan Airlangga Hartarto, Ketua Umum Golkar saat ini.
Lebih dari itu, Luhut dengan tegas menyatakan bahwa jika terpilih, ia sama sekali tidak berminat untuk menjadi calon presiden atau calon wakil presiden.
“Kalau mereka mengatakan kami mau (mencalonkan Luhut sebagai ketua umum Golkar) dan itu jalan oleh mereka, lakukanlah dengan baik-baik, itu aja. Sederhana kok,” kata Luhut saat wawancara dengan Pemimpin Redaksi Kompas TV, Rosianna Silalahi dalam Program Rosi, Kamis (20/7).
“Saya bilang saya enggak mau berkelahi sama Airlangga, enggak mau. Untuk apa saya berkelahi sama Airlangga? Untuk apa saya buat musuh? Buat apa?” tutur Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu.
Luhut menekankan bahwa ia tidak ingin partainya mengalami penurunan reputasi. Ia berpendapat bahwa Golkar harus memahami situasi dengan jelas dan memiliki sikap yang konsisten. Jika kader Golkar tidak dapat mencalonkan diri sebagai capres atau cawapres, maka strategi partai sebaiknya difokuskan untuk memperkuat peran di parlemen.
Sebelumnya, Luhut pernah memberikan saran kepada Airlangga Hartarto agar lebih proaktif dalam berinteraksi dengan masyarakat dan mengkapitalisasi potensi Partai Golkar yang kuat.
Menurut hasil survei litbang Kompas pada Mei 2023, elektabilitas Golkar berada di urutan ke-4 dengan angka 7,3%. Sedangkan menurut hasil survei LSI, Golkar menempati peringkat ke-4 dengan elektabilitas sebesar 6%.
Golkar Belum Bersikap
Hingga kini, Golkar memang belum mengambil sikap terkait dengan Pilpres 2024, apakah akan mendukung pencapresan Ganjar Pranowo dengan merapat ke koalisi PDIP, atau bergabung dengan koalisi Gerindra dan PKB untuk mengusung pencapresan Prabowo Subianto.
Belakangan malah tersiar kabar bahwa Golkar sangat mungkin bergabung ke Koalisi Perubahan untuk Persatuan dengan mengusung pencapresan Anies Baswedan.
Spekulasi tersebut mencuat seiring dengan kehadiran tiga utusan khusus Golkar dalam acara Apel Perubahan yang digelar Partai Nasdem di GBK, Senayan, beberapa waktu lalu, plus kedekatan Airlangga dengan Surya Paloh, Ketum Nasdem yang merupakan inisiator utama pendukung pencapresan Anies.
Baca juga: Khofifah Dinilai Menolak Halus, Kandidat Kuat Bakal Cawapres Anies Tinggal Yenny Wahid dan AHY
Kemungkinan lain, Golkar bersama PAN membentuk poros alternatif untuk mengusung capres-cawapres sendiri, misalnya duet Airlangga Hartarto-Zulkifli Hasan (Ketum PAN). Tapi skenario ini kecil kemungkinan terjadi.
Airlangga sendiri sudah membantah adanya munaslub, dan meminta siapapun yang berminat untuk maju sebagai calon ketua Golkar untuk ikut dalam Munas Golkar 2024.
Akankah gerakan untuk menjadikan Luhut Pandjaitan Ketua Umum Golkar bakal menjadi kenyataan?

