JAKARTA (Sketsa.co) — Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan pasangan Ganjar Pranowo-Erick Thohir meraih elektabilitas tertinggi dibandingkan pasangan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar serta pasangan Anies Baswedan-Khofifah Indar Parawansa.
Dalam simulasi tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden, Ganjar-Erick menduduki posisi pertama dengan raihan 34% suara, sementara pasangan Prabowo-Muhaimin merauop 30,7% dan Anies-Khofifah meraih 21% suara. Sisanya, sekitar 14% responden belum menentukan pilihan.
Dalam survei ini, LSI melihat ada tren kenaikan elektabilitas Ganjar dan Erick secara terus-menerus. Sementara itu, Erick sebagai cawapres selalu berada di posisi teratas dalam berbagai simulasi.
Erick berhasil mengungguli tokoh-tokoh seperti Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono, Gibran Rakabuming Raka, dan Khofifah Indar Parawansa.
Survei nasional LSI digelar pada 1-8 Juli 2023 dan melibatkan warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau telah menikah, dan memiliki telepon seluler. Sampel survei mencakup sekitar 83% dari total populasi nasional.
Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah random digit dialing (RDD), yaitu teknik pemilihan sampel dengan membangkitkan nomor telepon secara acak. Dalam survei ini, sebanyak 1242 responden dipilih sebagai sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.
Margin of error survei ini diperkirakan sebesar ±2,8% pada tingkat kepercayaan 95% dengan asumsi simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara telepon oleh pewawancara yang telah terlatih.
Faktor Cawapres
Sejumlah analis dan pengamat politik sepakat bahwa faktor cawapres akan menjadi penentu kemenangan jika Ganjar Pranowo berhadapan (head to head) dengan Prabowo Subianto.
Dengan kata lain, selisih elektabilitas yang tipis di antara Ganjar dan Prabowo membuat keduanya punya kans yang relatif sama untuk memenangkan pilpres mendatang, merujuk sejumlah hasil survei tiga bulan terakhir.
Karenanya, faktor sosok cawapres dinilai menjadi penentu akhir siapa di antara Ganjar dan Prabowo yang bakal tampil sebagai pemenang Pilpres 2024.
Di titik itu, nama Menteri BUMN/Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjadi “primadona” yang “diperebutkan oleh Ganjar maupun Prabowo. Hanya, ada kendala besar yang membuat Erick boleh jadi tak akan dipasangkan dengan Ganjar.
Seperti diketahui, di kubu Ganjar, penentu utama nama cawapres yang akan disandingkan dengan Gubernur Jawa Tengah tersebut adalah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Pertanyaannya, bagaimana sikap Megawati atas wacana menduetkan Ganjar dengan Erick?
Baca juga: Dua Skenario di Balik Rencana Pertemuan Prabowo-Megawati
Jika benar Megawati akan mengajak Presiden Jokowi sebagai kader PDIP untuk turut membahas nama kandidat cawapres Ganjar, kans Erick tampaknya cukup terbuka. Betapa tidak? Bersama Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan, Erick tampak menjadi menteri yang paling diandalkan oleh Jokowi. Seperti Luhut, Erick juga memiliki kedekatan khusus dengan Jokowi. Itu terjadi bahkan sejak Erick menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2029.
Gosip dan kasak-kusuk yang beredar juga menyebutkan bahwa Jokowi memang “berkenan” mendorong Erick untuk menjadi cawapres pendamping Ganjar, selain Sandiaga Uno yang kini bergabung di PPP.
Selain Megawati, tentu Erick mesti bisa meyakinkan Plt. Ketum PPP Mardiono yang telah resmi menjalin kerjasama dengan PDIP untuk mengusung pencapresan Ganjar Pranowo. Berikutnya tentu saja Erick harus mendapatkan dukungan dari dua partai non parlemen yang juga mengusung Ganjar, yakni Hanura dan Perindo.

