JAKARTA (Sketsa.co) — Siapa gerangan sosok bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi bakal calon presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan niscaya menjadi salah satu isu yang paling ditunggu banyak pihak terkait hajatan Pilpres 2024.
Kabarnya, sepulang menunaikan ibadah haji nanti, mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan mengumumkan kandidat cawapres pilihannya. Hanya, jadwal pastinya hingga kini memang belum ada.
Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci Mekkah pekan lalu, atas pertanyaan wartawan, Anies hanya memberi isyarat akan mengumumkan bakal cawapresnya sepulang melaksanakan ibadah haji.
“Sebelum haji enggak mungkin karena tinggal tiga jam lagi (keberangkatan). Tapi Insya Allah pasti sesudahnya,” kata Anies di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (22/6) menjelang berangkat ke Mekkah, Arab Saudi.
Meski demikian, Anies tidak merinci kapan pastinya akan mengumumkan bakal cawapresnya. “Tapi sesudahnya (ibadah haji) itu tanggal berapa belum tahu. Bulannya apa belum tahu. Doakan saja, mudah-mudahan lebih awal lebih baik,” katanya.
Sebelumnya, Tim 8 Koalisi Perubahan untuk Persatuan (Nasdem, Demokrat dan PKS) mengatakan Anies sudah mengantongi satu nama bakal cawapres. Namun, nama cawapres itu diperkirakan akan diumumkan sepulang Anies naik haji.
Meski beberapa kali diklaim sudah mengerucut ke satu nama, namun pengumuman kandidat cawapres Anies terus mengalami maju-mundur dan diliputi ketidakpastian. Hal itu memicu spekulasi dan analisi seputar alotnya negosiasi di antara elite tiga partai KPP, yakni Nasdem, Demokrat dan PKS.
Gosip dan analisis yang berkembang menyebutkan Nasdem kurang nyaman dengan sosok AHY untuk menjadi bakal cawapres Anies, sedangkan PKS cenderung menerima. Di sisi lain, Demokrat tampak berkeras dengan aspirasi pengajuan AHY sebagai cawapres.
Belakangan muncul nama Yenny Wahid, putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebagai kandidat kuat bakal cawapres Anies Baswedan, selain Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Wakil Ketum Nasdem Ahmad Wahid mengaku akan sangat bahagia kalau Yenny Wahid dipilih sebagai bakal cawapres Anies.
Munculnya nama Yenny Wahid sekonyong-konyong menepiskan peluang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai salah satu sosok paling potensial menjadi bakal cawapres untuk Anies.
Baca juga: Bacawapres untuk Anies, Antara AHY atau Yenny Wahid?
Sama-sama berlatar nahdliyin, figur Yenny Wahid yang lekat dengan nama Gus Dur dinilai mampu menjadi magnet untuk menggalang dukungan dari basis dan simpatisan Nahdlatul Ulama (NU) terutama di Jawa Twengah dan Jawa Timur sekaligus mereduksi stigma yang dilekatkan ke Anies sebagai “bapak politik identitas” yang diasosiasikan dengan sosok tidak toleran.
Pertanyaannya, benarkah segera setelah pulang berhaji, Anies akan mengumumkan nama bakal cawapres yang konon sudah dikantonginya? Atau, Anies akan mengulur waktu sembari melihat perkembangan koalisi pencapresan di kubu lain, entah kubu Ganjar Pranowo (PDIP) atau kubu Prabowo Subianto (Partai Gerindra)?
Yang pasti, berdasar kesepakatan Nasdem, Demokrat dan PKS yang tertuang dalam piagam pembentukan KPP, Anies diberi mandat penuh untuk menentukan sosok bakal cawapresnya.

