JAKARTA (Sketsa.co) — Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengingatkan Partai Nasdem untuk mematuhi isi nota perjanjian pembentukan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dengan lebih tegas.
Hal ini disampaikan sebagai respons terhadap dorongan Ahmad Ali, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, agar Yenny Wahid, putri dari Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dipilih sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) untuk Anies Baswedan.
Seperti dikutip kompas.com, Herzaky menegaskan bahwa Partai Demokrat telah menyelesaikan proses tersebut dan telah menandatangani piagam serta menyerahkan penentuan bacawapres kepada Anies.
Herzaky juga menekankan pentingnya menghormati keputusan Anies dalam memilih pasangannya dan tidak mengintervensi proses tersebut oleh pihak-pihak tertentu.
Menurutnya, Anies telah memilih satu nama bacawapres yang masih dirahasiakan dari publik, dan keputusan ini harus dihormati oleh semua pihak yang terlibat dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Sebelumnya, Ahmad Ali telah meminta Partai Demokrat untuk mematuhi nota perjanjian ketika mereka meminta Anies dan KPP untuk segera mendeklarasikan figur bacawapresnya.
Ali menganggap permintaan tersebut sebagai upaya untuk mendesak Anies dan KPP agar menggandengkan Anies dengan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menghadapi pemilihan presiden yang akan datang.
Herzaky mengungkapkan bahwa Anies telah menyampaikan satu nama bacawapres dan telah berkomunikasi dengan AHY mengenai hal ini. Demokrat telah menerima semua informasi yang disampaikan oleh Anies. Saat ini, partai tersebut hanya menunggu keputusan Anies setelah kembali dari ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi.
Herzaky yakin bahwa mereka sudah berada pada jalur yang tepat dan menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan keputusan tersebut.
Merasa Bahagia
Sementara itu, Ahmad Ali menyatakan akan merasa bahagia jika Anies memilih Yenny Wahid sebagai pendampingnya dalam Pilpres 2024. Menurutnya, Yenny memiliki latar belakang yang memadai dan dapat menjadi pelengkap Anies untuk menarik perhatian pemilih. Ali juga menyoroti beberapa kelebihan Yenny, yaitu mewarisi pandangan Gus Dur tentang pluralisme dan menjadi representasi kaum perempuan dan Nahdlatul Ulama (NU).
Tak ayal lagi, dalam soal penentuan sosok bacawapres untuk Anies, telah terjadi pertarungan keras dan terbuka di antara Nasdem dan Demokrat. Nasdem agaknya tetap konsisten dengan pandangannya agar Anies mengambil sosok cawapres berlatar nahdliyin demi mendongkrak elektabilitas yang kini tertinggal di belakang kandidat capres lainnya, yakni Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Baca juga: Andika Perkasa, Bakal Cawapres atau Ketua Timses Ganjar Pranowo?
Sementara Demokrat sejak awal memang memiliki aspirasi agar AHY menjadi bacawapres pendamping Anies, dan selama ini keduanya terlihat kerap bertemu dan tampil bersama di depan publik. Kesan kuat yang muncul, tampak ada chemistry atau kecocokan dua sosok tersebut sebagai representasi semangat perubahan sebagai tagline koalisi Nasdem, Demokrat dan PKS.
Jadi, Yenny Wahid atau AHY yang akan diumumkan Anies sepulang dari Tanah Suci nanti….

