JAKARTA (Sketsa.co) — Keakraban Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam acara Rakernas III PDIP di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/6) seolah meruntuhkan spekulasi ada keretakan antara dua tokoh tersebut terkait dengan penentuan capres-cawapres Pilpres 2024.
Tak hanya terlihat akrab, bahkan usai momen Megawati menyerahkan figura foto pencapresan Ganjar di Batu Tulis, Bogor, kepada Jokowi, saat Putri Proklamator RI Soekarno itu berjalan hendak kembali ke tempat duduk di arena Rakernas, Jokowi segera menyusul dan berdiri di sampingnya sembari memegang tangan Megawati. Keduanya tampak tersenyum.
Keakraban di Rakernas itu memperlihatkan bahwa secara personal relasi Jokowi-Megawati tampak baik-baik saja. Betapa tidak? Megawati telah lama dikenal sebagai sosok perempuan yang kalau tidak suka atau tak berkenan dengan seseorang, dia akan enggan bahkan untuk sekadar berdekatan, apalagi bertegur sapa.
Fakta bahwa Jokowi begitu akrab dan bahkan sempat menggandeng tangan Megawati di arena Rakernas PDIP tersebut seperti hendak menjawab spekulasi yang beredar bahwa hubungan keduanya retak gara-gara Jokowi tak dilibatkan dalam urusan pencapresan Ganjar, juga urusan penentuan kandidat cawapres Ganjar.
Adalah media berbahasa Inggris dari Singapura, Stratis Times, yang belum lama ini memberitakan soal keretakan hubungan Jokowi-Megawati dengan mengutip sumber-sumber anonim di internal partai berlogo banteng moncong putih tersebut. Pada intinya media itu mengabarkan bahwa usulan nama-nama bakal cawapres yang disodorkan Jokowi (yakni Menteri BUMN Erick Thohir dan Menparekraf Sandiaga Uno) ditanggapi dingin oleh Megawati. Hal itu membuat Jokowi merasa tidak nyaman, sehingga kemungkinan Jokowi mengalihkan dukungan kepada kandidat capres lain, yakni Ketum Gerindra/Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Baca juga: Jokowi: Pak Ganjar Miliki Keberanian dan Nyali
Satu hal, momen keakraban Jokowi dan Megawati niscaya akan sangat menguntungkan prospek pencapresan Ganjar Pranowo. Tak ada keraguan bahwa Jokowi “tegak lurus” mendukung keputusan partai mengusung pencapresan Ganjar sebagai sesama kader PDIP.
Tak ayal lagi, jika momen keakraban Jokowi dan Megawati ini berlanjut hingga pendaftaran pasangan capres-cawapres di KPU pada Oktober-November 2023 nanti, maka hal ini tentu akan memberikan efek elektoral positif bukan hanya terhadap Ganjar, namun juga terhadap elektabilitas PDIP itu sendiri.
Suka tak suka, Jokowi diyakini menjadi faktor penting yang turut mempengaruhi hasil akhir Pemilu serentak 2024…

