JAKARTA (Sketsa.co) — Bakal calon presiden Anies Baswedan memiliki rencana untuk memberikan kejutan kepada publik dengan nama bakal calon wakil presidennya.
Dalam konferensi pers usai perayaan Milad Ke-21 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/5), Anies mengungkapkan, “Semua masih dalam proses dan kami berharap bahwa pengumuman nantinya akan memberikan efek kejutan bagi semua orang, insyaallah.”
Anies juga mengungkapkan bahwa proses penominasian cawapres masih berlangsung. Dia tidak menutup kemungkinan bahwa cawapres yang akan mendampinginya seorang perempuan. “Proses penominasian sedang berjalan. Calonnya bisa berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.”
Ketika ditanya apakah Menparekraf Sandiaga Uno atau Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kemungkinan menjadi cawapres, Anies menjawab singkat, “Kita tunggu tanggal mainnya.”
Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Sohibul Iman membocorkan tiga dari lima nama kandidat cawapres untuk mendampingi Anies Baswedan, yakni Ketum Demokrat AHY, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher).
AHY atau Khofifah
Dari tiga nama itu, yang paling berpeluang berdasarkan kalkulasi politik sejumlah pihak adalah AHY dan Khofifah. Satu dari dua sosok ini menjadi yang paling potensial dipilih Anies untuk menjadi pendampingnya dalam laga pilpres.
Pertama, AHY adalah Ketum Demokrat yang notabene merupakan anggota Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) bersama Nasdem dan PKS yang mengusung pencapresan Anies. Sosok AHY juga dikenal kritis dan berani menyuarakan perubahan terhadap arah pembangunan dan pengelolaan negara ke depan yang dianggap lebih baik. Elektabilitas AHY juga cukup baik.
Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia misalnya, elektabilitas AHY mencapai 7,5 %, sedangkan Khofifah hanya 5,7 %. Sementara hasil survei Litbang Kompas mutakhir hanya memunculkan nama AHY dengan elektabilitas 4,1 % sebagai kandidat cawapres, sedangkan nama Khofifah dan Aher tidak muncul.
Kedua, Khofifah tentu memiliki kelebihan tersendiri yang tidak dipunyai AHY. Khofifah punya pengalaman kuat di pemerintahan. Pernah menjadi Menteri Sosial dan kini menjabat Gubernur Jatim.
Baca juga: Gugatan Usia Minimal Capres dan Peluang Gibran di Pilpres 2024
Latar belakang Khofifah sebagai warga nahdlyin juga memberikan keunggulan tersendiri di tengah elektabilitas Anies yang kurang maksimal di kantong-kantong kaum nahdliyin seperti Jatim. Khofifah, yang kabarnya diusulkan Nasdem, bisa menutupi kelemahan Anies dari sisi meraih dukungan kalangan NU akar rumput.
Dari sisi keseimbangan gender, Khofifah jelas memberikan daya tarik tersendiri di kalangan segmen pemilih perempuan, yang jumlahnya separo atau bahkan lebih banyak dari pemilih laki-laki.
Tampaknya, Anies akan memilih satu di antara dua nama tersebut: AHY atau Khofifah. Pertanyaannya, mampukah AHY atau Khofifah memberikan efek kejutan yang pada gilirannya bisa mendongkrak elektabilitas Anies…

