JAKARTA (Sketsa.co) — Partai Amanat Nasional (PAN) disebut-sebut akan memutuskan kandidat capres dan cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2024 dalam rentang kurang dari satu bulan.
Sekjen PAN Eddy Soeparno, Senin (22/5) malam, mengemukakan bahwa keputusan soal itu sepenuhnya diserahkan kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas)sebagai penerima mandat Rakernas PAN 2021-2022.
Dia juga memastikan Zulhas akan berkonsultasi dengan Presiden Jokowi tentang arah dukungan politik yang akan diberikan PAN sebagai parpol di Pilpres 2024.
Sejauh ini PAN bersama Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dibentuk untuk menghadapi pilpres mendatang.
Namun, sejak PPP mengambil keputusan mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres menyusul pendeklarasian yang dilakukan PDIP sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah pada 21 April 2023, KIB tampak goyah.
Rencana pembentukan koalisi besar yang diniatkan menyatukan KIB dengan Koalisi kebangkitan Indonesia Raya/KKIR yang terdiri dari Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekonyong-konyong melemah.
Dengan sikap PPP mendukung pencapresan Ganjar Pranowo oleh PDIP, hal itu seperti mengunci langkah partai-partai lain dalam bingkai pembentukan koalisi besar tak lagi leluasa membahas sosok capres yang akan diusung bersama.
Prabowo Subianto
Padahal, dalam konteks pembentukan koalisi besar, terdapat nama Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang disebut-sebut memiliki kans paling besar untuk diusung bersama apabila KIB dan KKIR jadi melebur dalam perahu koalisi besar.
Langkah “sepihak” PDIP mendeklarasikan pencapresan Ganjar Pranowo dinilai telah “memporak-porandakan” rencana pembentukan koalisi besar partai-partai koalisi pro-Jokowi menghadapi Pilpres 2024.
Bagaimana pun, PDIP sebagai jangkar partai koalisi pendukung pemerintahan Jokowi dan pemegang golden ticket pencapresan di Pilpres 2024, wajar menempuh langkah independen dengan mengusung kadernya sebagai bakal capres.
Isyarat PDIP akan mengusung capres dari kader partai sesungguhnya telah disampaikan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat memberikan pidato dalam rangka HUT ke-50 PDIP beberapa bulan lalu.
Baca juga: Mampukah Nasdem Melalui “Cobaan Kasus Johnny Plate” dengan Selamat?
Nah, pertanyaannya kini, akankah PAN menyusul PPP merapat ke PDIP untuk turut mengusung pencapresan Ganjar Pranowo seraya, misalnya, mendorong Menteri BUMN Erick Thohir sebagai kandidat cawapres pendamping, atau memilih bergabung dengan KKIR mengusung pencapresan Prabowo Subianto?
Ketajaman intuisi politik Zulhas akan diuji dalam pengambilan keputusan soal siapa kandidat capres yang akan diusung di Pilpres 2024. Atau Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto, atau malah mungkin Anies Baswedan yang diusung koalisi Perubahan untuk Persatuan (Nasdem, Demokrat, PKS)?

