JAKARTA (Sketsa.co) — Langkah Kejaksaan Agung menetapkan status tersangka atas diri Johnny G. Plate yang saat itu masih menjabat Menkominfo sekaligus Sekjen Partai Nasdem dinilai menandai memburuknya hubungan partai pimpinan Surya Paloh itu dengan Presiden Jokowi.
Suka tidak suka, penersangkaan Johnny Plate dalam kasus korupsi BTS Kemenkominfo yang merugikan negara hingga Rp 8,3 triliun itu memiliki dampak politik yang besar dan signifikan terkait dengan posisi Nasdem dalam koalisi partai pendukung Jokowi.
Soal apakah Johnny Plate bersalah atau tidak dalam kasus korupsi tersebut, tentu menjadi ranah pengadilan yang akan menyidangkan perkara tersebut nantinya. Jaksa sebagai penuntut umum akan berusaha membuktikan sangkaan/dakwaan, sedangkan tersangka atau terdakwa bersama tim penasihat hukumnya akan berusaha membuktikan sebaliknya.
Pada akhirnya, hakim yang akan memberikan penilaian akhir dan memutus perkara mega korupsi yang sejauh ini telah menjerat lima tersangka, termasuk Johnny G. Plate tersebut.
Sebelumnya, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh mendukung langkah dan strategi Kejagung untuk menelusuri aliran dana jumbo korupsi BTS hingga ke partai politik.
Dia menegaskan agar penegak hukum memeriksa semua kemungkinan aliran dana kasus rasuah tersebut. Paloh mengatakan Nasdem menyambut baik jika Kejagung memeriksa aliran dana dugaan korupsi BTS ke partainya. Namun dia juga mendorong penegak hukum memeriksa semua pihak yang dicurigai tanpa ada pengecualian.
“Periksa seluruh unsur yang ada di institusi manapun, termasuk Partai Nasdem. Partai Nasdem menyambut itu. Berikan hukuman yang setimpal tanpa ada lex specialis dalam pengertian privilege,” katanya di Nasdem Tower, Jakarta, Rabu (17/5).
Berdampak
Surya Paloh mengakui bahwa kasus Johnny Plate pasti berpengaruh terhadap elektabilitas bakal calon presiden Anies Baswedan dan Nasdem. Dengan kata lain, tingkat keterpilihan Anies dan Nasdem berpotensi mengalami penurunan. Hanya, seberapa besar potensi penurunan elektabilitas tersebut, tentu belum bisa diperkirakan secara pasti.
Baca juga: Pidato Ahmad Ali Isyaratkan Nasdem “Cabut” Dukung Jokowi
Saat ini, tak banyak pilihan yang bisa dilakukan Nasdem selain mendukung langkah Kejagung melakukan pengusutan tuntas segala hal yang terkait dengan penanganan perkara korupsi BTS Kemenkominfo yang merugikan negara dalam skala besar tersebut.
Konsistensi sikap mendukung pemberantasan korupsi itu perlu dikemukakan untuk menjaga agar Nasdem tidak terimbas terlalu jauh atas ekses negatif perkara yang menjerat Johnny Plate. Ini artinya, segala pernyataan bernada apologis dan bertendensi menuduh pemerintah melakukan politisasi hukum atau bahkan kriminalisasi terhadap Plate justru bisa berbalik menjadi faktor kontraproduktif buat Nasdem sendiri.
Mampukah Nasdem melalui “cobaan” tersebut dengan selamat, dalam artian pada Pemilu 2024 nanti perolehan suaranya tetap bagus dan lolos parliamentary threshold?

