JAKARTA (Sketsa.co) — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengalami peningkatan elektabilitas dalam sebulan terakhir, sedangkan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merosot.
Demikian hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada periode 30 April hingga 7 Mei 2023.
Dalam simulasi pilihan tertutup terhadap tiga calon, Ganjar mendapatkan dukungan terbanyak sebesar 39,2%, diikuti Prabowo Subianto dengan 32,1% persen, dan Anies Baswedan dengan 19,7%.
Deni Irvani, Direktur Riset SMRC, mengungkapkan bahwa dukungan terhadap Ganjar menguat setelah ia dideklarasikan oleh PDI Perjuangan sebagai bakal calon presiden.
“Hal ini menarik suara dari pendukung Anies serta mereka yang belum memutuskan pilihannya dalam sebulan terakhir,” kata Deni dalam rilis hail survei secara daring, jumat (11/5).
Pada awal April 2023, Ganjar mendapatkan suara sebesar 33,2%, Prabowo 31,5%, dan Anies 24,2%. Peningkatan suara Ganjar dalam sebulan terakhir dinilai sejalan dengan peningkatan popularitasnya.
Deni mengungkapkan pada survei yang dilakukan pada 3-11 April 2023, Ganjar hanya dikenal oleh 78% responden, namun angka ini meningkat menjadi 84% pada Mei 2023.
Sementara itu, tingkat popularitas Anies dan Prabowo tidak mengalami perubahan signifikan. Anies dikenal oleh 86% responden menjadi 87%, sementara Prabowo tetap pada 96% pada periode yang sama.
Deni menjelaskan bahwa terjadi tarik-menarik antara Ganjar dan Anies dalam sebulan terakhir. Ganjar mengalami peningkatan, sedangkan Anies mengalami penurunan.
Sebelumnya, persaingan lebih cenderung terjadi antara Anies dan Prabowo. Ketika Prabowo menguat, Anies melemah, dan sebaliknya. Dinamika ini terus berubah dari waktu ke waktu.
Survei nasional SMRC mutakhir tersebut melibatkan 1.220 responden warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas, dengan menggunakan metode multistage random sampling. Tingkat respons atau jumlah responden yang dapat diwawancarai secara valid mencapai 1.020 atau sebesar 84% dari total sampel. Data dari 1.020 responden inilah yang kemudian dianalisis. Margin of error dari survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sekitar 3,1% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Bisa Pengaruhi Koalisi
Naik-turunnya elektabilitas Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan tentu saja menjadi faktor yang mempengaruhi dinamika koalisi partai terkait dengan mpencapresan.
Makin tingginya elektabilitas Ganjar niscaya membuat PDIP dan PPP—dua partai yang resmi mendeklarasikannya sebagai bakal capres—menjadi kian percaya diri. Hal ini sekaligus bisa menarik partai lain yang hingga kini belum menetapkan pilihan untuk merapat ke koalisi pengusung capres tertentu.
Baca juga: Elektabilitas Stagnan, Anies Bisa Turun Kelas Jadi Cawapres
Sebaliknya, mandek atau turunnya elektabilitas Prabowo dan Anies bisa memicu rasa ketidakpercayaan diri. Jika tren penurunan terhadap Anies berlanjut, bukan tak mungkin Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) melakukan rekalkulasi apakah terus mengusung pencapresan Anies atau menghentikannya.
Nasdem, Demokrat dan PKS tentu tak ingin tetap melanjutkan kompetisi di pilpres apabila hasil survei yang kredibel menunjukkan elektabilitas Anies kian “tak tertolong”.
Kemungkinan lain, tiga partai itu akan melakukan negosiasi dengan kubu Ketum Gerindra Prabowo Subianto dengan menawarkan Anies sebagai bakal cawapres pendamping Menteri Pertahanan tersebut…

