JAKARTA (Sketsa.co) — Berbagai hasil survei elektabilitas kandidat presiden memperlihatkan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto bersaing ketat di peringkat satu dan dua, sedangkan Anies Baswedan mengekor di posisi ketiga.
Hasil survei yang digelar LSI, SMRC, Poltracking, Polmark Indonesia, Indikator Politik, menunjukkan elektabilitas Anies nyaris selalu berada di bawah Ganjar dan Prabowo.
Tren tersebut sudah berlangsung sedikitnya enam bulan terakhir, dan belum ada tanda-tanda mengalami perubahan berarti. Dengan kata lain, bakal calon presiden Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) cenderung stagnan di peringkat tiga.
Sejumlah pengamat dan analis politik memperkirakan jika tren itu tak berubah signifikan hingga beberapa bulan ke depan, sangat mungkin Anies Baswedan batal nyapres.
Dengan kata lain, Nasdem, Demokrat dan PKS sebagai tulang punggung KPP mungkin akan berhitung ulang untuk melanjutkan mencapreskan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut hingga benar-benar ikut berlaga di arena Pilpres 2024. Betapa tidak?
Bisa Diprediksi
Saat ini, politik elektoral seperti pilpres dengan melibatkan seluruh populasi yang memenuhi persyaratan memilih, dalan keadaan normal sudah bisa diprediksi siapa yang paling berpeluang memenangkan kontestasi setidaknya sebulan sebelum hari pemungutan suara digelar.
Tentu saja selalu ada kemungkinan kandidat yang sebelumnya tampak underdog sekonyong-konyong menjelang pemungutan suara mengalami pembalikan dan elektabilitasnya meroket. Ini sangat mungkin terjadi kalau ada blunder besar yang dilakukan kandidat lawan.
Namun, dengan asumsi tren elektabilitas Ganjar dan Prabowo stabil di peringkat satu-dua, sementara Anies tetap stagnan di posisi ketiga, tampaknya musykil terjadi kejutan yang membalikkan cerita.
Baca juga: Manuver Sandiaga Siap Gabung PKS Usai “Gagal” Jadi Cawapres Ganjar?
Dalam konteks ini, sangat mungkin Nasdem, Demokrat dan PKS akan melakukan evaluasi sebelum pendaftaran pasangan capres-cawapres ke KPU ditutup. Hasil evaluasi bisa berujung pada kemungkinan koalisi tiga partai itu melakukan pendekatan dan negosiasi dengan koalisi pengusung capres lain dengan menawarkan Anies Baswedan sebagai kandidat cawapres.
Entah ke koalisi pengusung Ganjar atau pengusung Prabowo, semua kemungkinan bisa terjadi. Bagaimana pun, Anies adalah pemilik elektabilitas signifikan dan punya basis pendukung atau pemilih loyal yang cukup besar.
Jika skenario itu terjadi, tentu saja dibandingkan ke koalisi pengusung Ganjar yang dimotori PDI Perjuangan, tampaknya Anies akan cenderung merapat ke koalisi pengusung Prabowo yang diinisiasi Partai Gerindra.

