JAKARTA (Sketsa.co) — Ibarat pertandingan sepak bola, hajatan Pilpres 2024 saat ini berada dalam tahapan babak penyisihan.
Mereka yang disebut-sebut memenuhi kriteria dan kelayakan sebagai kandidat calon presiden, saat ini tengah menghadapi proses seleksi ketat.
Dari rangkaian proses seleksi dan penyisihan itu, kini setidaknya telah muncul tiga nama kandidat capres potensial, yakni mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Ketua Umum Partai Gerindra/Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Anies secara resmi telah diusung oleh tiga partai, yakni Nasdem, Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
Sementara Ganjar resmi dideklarasikan sebagai capres oleh PDI Perjuangan, satu-satunya partai pemilik golden ticket yang bisa mengusung pasangan capres-cawapres tanpa harus koalisi dengan partai lain.
Adapun Prabowo Subianto secara resmi telah dicapreskan oleh Partai Gerindra, dan besar kemungkinan segera dideklarasikan oleh Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang merupakan koalisi Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Kandidat Capres Alternatif
Akankah muncul nama kandidat capres alternatif di luar tiga nama tersebut? Rasanya kecil kemungkinan itu terjadi.
Dengan merapatnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke PDIP untuk mengusung pencapresan Ganjar Pranowo, kini tinggal tersisa Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang belum menetapkan kandidat capres yang akan didukung.
Masalahnya, meski gabungan Golkar dan PAN memiliki 22,43% kursi di DPR RI sehingga memenuhi persyaratan presidential threshold 20% seperti diatur dalam Pasal 222 UU No. 7/2017 tentang Pemilu, keduanya tak punya figur populer dengan elektabilitas tinggi.
Baca juga: Usai PPP Dukung Ganjar, Golkar dan PAN di Persimpangan Jalan
Alhasil, pilihan yang tersisa bagi Golkar dan PAN adalah memilih merapat ke koalisi bersama PDIP dan PPP dengan mengusung capres Ganjar Pranowo, atau melebur ke KKIR mengusung capres Prabowo Subianto, atau bahkan merapat ke KPP mengusung capres Anies Baswedan.
Dengan demikian, jika tak ada kejutan, gejolak atau pecah kongsi di antara partai-partai yang telah menggalang kerjasama politik untuk menghadapi pilpres, niscaya akan ada tiga capres yang berlaga di arena pilpres mendatang: Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan…

