Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Jokowi, Antara Kader PDIP dan Komandan Koalisi Besar
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Jokowi, Antara Kader PDIP dan Komandan Koalisi Besar
Politik

Jokowi, Antara Kader PDIP dan Komandan Koalisi Besar

Di satu sisi, Jokowi adalah kader PDIP yang mesti tegak lurus mengikuti keputusan Megawati sebagai pemegang mandat untuk menentukan capres partai tersebut.  Di sisi lain, Jokowi adalah “komandan” koalisi besar yang harus mengakomodir kepentingan lima partai lainnya.

Last updated: Sabtu, 15 April 2023, 3:03 AM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
Jokowi dan Megawati Soekarnoputri. (Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Beberapa kali, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengisyaratkan bahwa wacana atau rencana pembentukan koalisi besar tidak terlepas dari Presiden Jokowi selaku komandan.

“Yang kadang-kadang saya sebut koalisi kebangsaan itu, karena perlu kebersamaan kita untuk memajukan negeri ini, itulah salah satu tentu semuanya di bawah orkestra, komando Pak Jokowi,” ujar Zulhas usai menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediaman Jalan Kertanegara, Jakarta, Sabtu (8/4).

Dalam kaitan wacana dan rencana pembentukan koalisi besar partai pro-pemerintahan Jokowi, Zulhas yang juga Menteri Perdagangan memang terlihat paling aktif melakukan inisiasi dan penggalangan.

Sebelumnya, bertempat di Kantor DPP PAN, Jakarta, Minggu (2/4) digelar Silaturahmi Ramadhan yang dihadiri lima pimpinan partai pro Jokowi—minus Nasdem dan PDIP. Dalam acara itu hadir pula Presiden Jokowi yang mengaku turut mendengarkan pembicaraan para pimpinan partai (Gerindra, PAN, PPP, Golkar dan PKB) soal pembentukan koalisi besar menghadapi pilpres.

Dari hiruk-pikuk dinamika pembentukan koalisi besar itu, nama Prabowo Subianto disebut-sebut memiliki kans paling besar untuk diusung sebagai capres.

Baca juga: Koalisi Pro Anies Diduga Nunggu Terbentuknya Koalisi Besar

Maklum, di antara lima pimpinan partai tersebut, elektabilitas Prabowo sebagai kandidat capres memang paling tinggi. Belakangan, menurut hasil survei teranyar dari LSI, elektabilitas Prabowo bahkan sudah menyalip Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sebelumnya memuncaki hasil survei.

Anjloknya elektabilitas Ganjar dikaitkan dengan penolakannya terhadap Timnas Israel untuk bermain dalam pertandingan sepkabola Piala Dunia U-20 yang sebelumnya direncanakan digelar di Indonesia. Penolakan Ganjar ditafsirkan dan dikaitkan dengan keputusan FIFA yang mencoret RI sebagai tuan tumah hajatan itu.

Gelagatnya, lima partai pro-Jokowi (minus PDIP) tak keberatan jika Prabowo diusung sebagai capres koalisi besar. Sejauh ini nyaris tak ada nada keberatan atau penolakan atas kemungkinan Prabowo diusung bersama oleh partai-partai yang bakal menjadi bagian koalisi besar.

Di lain pihak, PDIP sebagai pemilik golden ticket pencapresan, agaknya tetap kukuh dengan tekadnya untuk mengusung  kadernya sendiri sebagai capres seperti yang pernah disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat pidato HUT ke-50 partai tersebut beberapa waktu lalu.

Syarat Capres

Dengan kata lain, PDIP kemungkinan hanya mau bergabung dalam koalisi besar jika syarat mendapat jatah capres disepakati lima partai tersebut. Sebaliknya, jika tak diakomodir, kemungkinan akan tak ikut koalisi besar alias jalan sendiri.

Yang menarik adalah, jika tarik-menarik antara PDIP dengan Gerindra dan partai lain soal sosok nama capres koalisi besar alot, posisi Jokowi akan memihak ke siapa?

Di satu sisi, Jokowi adalah kader PDIP yang mesti tegak lurus mengikuti keputusan Megawati sebagai pemegang mandat untuk menentukan capres partai tersebut.  Di sisi lain, Jokowi adalah “komandan” koalisi besar yang harus mengakomodir kepentingan lima partai lainnya.

Menarik untuk mencermati bagaimana Jokowi menyikapi situasi dilematis dan problematis tersebut…

 

 

 

 

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: capres koalii besar, Jokowi, kader PDIP, komandan koalisi besar
Raden Parwoto 15 April 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Koalisi Pro Anies Diduga Nunggu Terbentuknya Koalisi Besar
Next Article Penting! Mengontrol Darah Tinggi Cegah Stroke dan Serangan Jantung
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?