JAKARTA (Sketsa.co) — PDI Perjuangan memberi isyarat siap bergabung dengan koalisi besar partai pendukung pemerintahan Jokowi untuk menghadapi Pilpres 2024.
Tampaknya PDIP tak bisa lagi bersikap pasif dan seolah-olah tidak menggubris dinamika pembentukan koalisi partai menjelang hajatan pilpres yang kian hari makin dekat.
Setelah pertemuan lima pimpinan partai pro-pemerintah di Kantor DPP PAN, Minggu (2/4) yang juga dihadiri Presiden Jokowi, terungkap skenario pembentukan koalisi besar.
Koalisi besar itu untuk sementara merupakan peleburan atau penyatuan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu/KIB (Golkar, PPP dan PAN) serta Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya/KKIR (Gerindra dan PKB).
Jika pada akhirnya PDIP turut menggabungkan diri dalam koalisi besar, maka kongsi itu akan terdiri dari enam partai, dan bakal menjadi koalisi jumbo.
Merespons wacana dan rencana pembentukan koalisi besar tersebut, Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyatakan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri siap menjadi tuan rumah pertemuan lanjutan para pimpinan partai tersebut.
Akan halnya politisi PDIP Budiman Sujatmiko mengatakan PDIP siap gabung dengan koalisi besar dengan syarat kandidat calon presiden yang diusung berasal dari kader partainya.
Bakal Alot
Ketum Golkar Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan bahwa recana pembentukan koalisi besar diniatkan untuk melanjutkan program-program pemerintahan Presiden Jokowi. “Ini gerbong yang paling siap,” katanya usai pertemuan di Kantor PAN.
Ihwal siapa yang bakal didapuk sebagai capres-cawapres, Airlangga mengisyaratkan hal itu akan dibahas dalam pertemuan lanjutan. Namun dia belum bisa memastikan kapan jadwal pertemuan berikutnya.
Sejumlah pihak pesimistis koalisi besar plus PDIP akan mudah mencapai kesepakatan tentang nama-nama bakal capres-cawapres yang akan diusung untuk maju di Pilpres 2024.
Masalahnya, sosok Ketum Gerindra Prabowo Subianto diperkirakan akan tetap kukuh untuk maju sebagai capres. Fakta bahwa elektabilitasnya stabil tinggi dan berada di tiga besar hasil berbagai survei tentu menjadi modal rasa percaya diri untuk melakukan negosiasi dengan partai-partai lain.
Baca juga: Benarkah Wacana Koalisi Besar Merupakan “Manuver Tipis-tipis” Jokowi?
Sementara PDIP sebagai partai terbesar sekaligus pemegang golden ticket, tentu tak akan dengan mudah menyepakati nama lain di luar kadernya sendiri. Apalagi, seperti yang kita tahu, PDIP juga punya kader dengan elektabilitas tinggi dan selalu masuk tiga besar, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Untuk partai-partai lain seperti Golkar, PKB, PAN dan PPP, tampaknya mereka cukup realistis demi melihat kenyataan hasil survei. Dari empat partai ini nyaris tak ada sosok yang begitu menonjol, sehingga memiliki daya tawar tinggi untuk disodorkan sebagai kandidat capres.
Jadi, dalam koalisi besar diperikarakan akan terjadi negosiasi yang alot antara PDIP dengan Gerindra terkait dengan penentuan nama capres. Jika deadlock, tentu saja rencana pembentukan koalisi besar bisa berantakan.

