JAKARTA (Sketsa.co) — Tentu ada yang kegirangan dan tertawa melihat Ganjar Pranowo di-bully sebagian netizen gara-gara menyuarakan penolakan terhadap Timnas Israel untuk berlaga dalam ajang Sepakbola Piala Dunia U-20 di Indonesia. Elektabilitas Ganjar bakal nyungsep, demikian keyakinan lawan politik Ganjar.
Wajar jika para lawan politik Ganjar kegirangan dengan heboh sebagian warganet yang mengecam, mencerca dan menyumpah-serapahi Gubernur Jawa Tengah tersebut, yang pernyataannya dikait-kaitkan dengan pembatalan Indonesia sebagai tempat diselenggarakannya Piala Dunia U-20.
Para lawan politik Ganjar itu niscaya tak ambil pusing apakah FIFA mencoret Indonesia sebagai tuan rumah terkait dengan pernyataan Ganjar atau tidak. Mereka kegirangan hanya untuk satu hal: Ganjar di-bully dan elektabilitasnya diperkirakan nyungsep. Titik.
Keuntungan Politik
Harapannya, dengan elektabilitas Ganjar yang anjlok, jagoan mereka—siapapun itu— secara tidak langsung mendapatkan keuntungan politik. Keuntungan itu berupa salah satu nama potensial kandidat calon presiden bernama Ganjar Pranowo tak lagi menjadi penghalang besar untuk memuluskan ambisi dan target politik mereka.
Siapa saja lawan politik Ganjar sebagai sosok yang nyaris selalu merajai hasil survei elektabilitas bakal calon presiden selama hampir setahun terakhir?
Pertama-tama tentu saja sebagian elite PDIP—partai tempat Ganjar menjadi kader—yang merasa tidak suka, tidak sreg dan merasa terusik dengan moncernya elektabilitas Ganjar. Dengan asumsi elektabilitas Ganjar bakal turun usai ramainya isu pembatalan Piala dunia U-20 yang dilekatkan dengan pernyataan penolakannya, diharapkan PDIP akan mengambil sikap lain terhadap “desakan” hasil survei untuk mengusung Ganjar.
Selain sebagian elite PDIP, tentu saja mereka yang paling bergembira menyambut “blunder” Ganjar adalah kubu di luar PDIP yang saat ini juga sedang mengincar kursi presiden di Pilpres 2024. Dengan “blunder” tersebut, diharapkan Ganjar tak lagi menempati posisi teratas dalam hasil survei elektabilitas kandidat capres, sehingga nama-nama jagoan merekalah yang menggantikan berada di posisi paling atas.
Baca juga: Tinggal Selangkah Lagi KIB dan KKIR Bersalin Rupa Jadi Koalisi Pro-Jokowi?
Bagaimana pun, jika benar elektabilitas Ganjar Pranowo bakal ambrol gara-gara isu pembatalan Piala Dunia U-20 yang dikaitkan dengan penolakan Ganjar atas kedatangan Timnas Israel bermain di Indonesia, secara tidak langsung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan diuntungkan. Seperti mendapat durian runtuh.
Setidaknya, Ganjar tak lagi potensial sebagai bakal calon kompetitor yang paling berat dalam pilpres. Bahkan boleh jadi PDIP, demi melihat anjloknya elektabilitas Ganjar (kalau memang terkonfirmasi melalui hasil survei nantinya), tak punya alasan memadai lagi untuk mencapreskannya.
Hanya saja, pertanyaannya adalah: benarkah pernyataan Ganjar soal penolakannya terhadap Timnas Israel yang berakibat dia dikecam sebagian warganet memberikan dampak negatif signifikan terhadap elektabilitasnya?

