Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Tinggal Selangkah Lagi KIB dan KKIR Bersalin Rupa Jadi Koalisi Pro-Jokowi?
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Tinggal Selangkah Lagi KIB dan KKIR Bersalin Rupa Jadi Koalisi Pro-Jokowi?
Politik

Tinggal Selangkah Lagi KIB dan KKIR Bersalin Rupa Jadi Koalisi Pro-Jokowi?

Apakah PDIP akan menjadi bagian dari koalisi besar tersebut atau partai pemilik golden ticket pada Pilpres 2024 ini akan berjalan sendirian mengusung duet capres-cawapres?

Last updated: Senin, 3 April 2023, 11:58 AM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
Presiden Jokowi terima kunjungan mantan PM Inggris Tony Blair di Istana Merdeka (19/10/2022). (Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Wacana pembentukan koalisi besar yang dilontarkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tampaknya mulai memperlihatkan embrionya. Semua bermula dari hajatan Silaturahmi Ramadhan, Minggu (2/4) yang digelar Partai Amanat Nasional di kantor pusat partai pimpinan Zulkifli Hasan tersebut.

Embrio koalisi besar itu sejauh ini kemungkinan merupakan gabungan atau peleburan dari Koalisi Indonesia Bersatu (Golkar, PPP dan PAN) serta Koalisi Kebangkitan indonesia Raya/KKIR (Gerindra dan PKB). Lima partai itu merupakan bagian dari koalisi pendukung pemerintahan Presiden Jokowi.

Dalam silaturahmi di kantor PAN yang juga dihadiri Presiden Jokowi, tampak semua ketua umum partai yang berada di KIB maupun KKIR. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang juga diundang, berhalangan hadir karena ada agenda lain. Sementara Ketum Nasdem Surya Paloh, yang juga anggota koalisi pemerintah, memang tak diundang karena sudah membentuk koalisi tersendiri bersama Demokrat dan PKS.

Usai silaturahmi dan pertemuan tersebut, Jokowi mengaku hanya mendengarkan pembicaraan para ketum partai yang hadir tersebut.

Menjawab pertanyaan soal kemungkinan penggabungan KIB dan KKIR, Jokowi hanya berkata singkat. “Saya hanya bilang cocok, terserah kepada ketua-ketua partai atau gabungan ketua partai,” katanya.

Wajar Jokowi tak bersedia berkomentar panjang-lebar. Jokowi tentu menyadari bahwa dirinya “hanya” seorang presiden, bukan pimpinan partai politik, sementara pembicaraan tentang kemungkinan koalisi merupakan ranah ketua partai.

Bagaimana pun Jokowi tetap kader PDIP, dan pembicaraan terkait koalisi merupakan ranah Ketum Megawati Soekarnoputri yang absen dalam pertemuan itu. Tidak etis dan menjadi berlebihan jika Jokowi ‘nyelonong” begitu saja turut aktif terlibat pembicaraan koalisi partai untuk menghadapi Pilpres 2024.

Kekuatan Jokowi

Meski demikian, semua pihak cukup maklum bahwa secara de facto Jokowi punya kekuatan cukup besar kendati bukan pengambil keputusan di suatu partai. Ini berarti endorsement atau “restu” Jokowi diyakini memiliki pengaruh besar bagi siapapun yang berhasrat ingin berlaga di Pilpres 2024.

Kehadiran Jokowi di tengah-tengah lima pimpinan partai anggota koalisi pemerintah minus Nasdem seperti hendak menegaskan “gerbong kekuatan pro-Jokowi” akan mengusung kandidat capres-cawapres tersendiri di luar Koalisi Perubahan untuk Persatuan (Nasdem, Demokrat, dan PKS) yang sudah memastikan diri mengusung pencapresan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga: Seberapa Besar Elektabilitas Ganjar Terdampak Isu Pembatalan Piala Dunia U-20 di RI?

Ada dua pertanyaan tersisa di seputar embrio pembentukan koalisi besar pro-Jokowi. Pertama, apakah PDIP akan menjadi bagian dari koalisi besar tersebut atau partai pemilik golden ticket pada Pilpres 2024 ini akan berjalan sendirian mengusung duet capres-cawapres?

Kedua, siapa sosok yang akan diusung sebagai capres-cawapres oleh koalisi besar pro-Jokowi? Tentu ini bukan hal mudah untuk diputuskan mengingat tak sedikit pimpinan partai yang berminat menjadi capres atau cawapres. Jika negosiasi alot dan terjadi deadlock, boleh jadi rencana pembentukan koalisi besar pro-Jokowi buyar di tengah jalan….

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: gabungan KIB dan KKIR, Koalisi Besar, koalisi pro-Jokowi, Pilpres 2024
Raden Parwoto 3 April 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Manfaat Daun Salam, dari Mengontrol Gula Darah hingga Mengurangi Peradangan
Next Article Tips Berpakaian Saat Hadapi Wawancara Kerja
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?