Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Pentingnya Menggandeng Sosok NU untuk Memenangkan Pilpres
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Pentingnya Menggandeng Sosok NU untuk Memenangkan Pilpres
Politik

Pentingnya Menggandeng Sosok NU untuk Memenangkan Pilpres

Agaknya bakal capres lain beserta koalisi partai pengusungnya juga akan mempertimbangkan faktor sosok NU sebagai bakal cawapres.

Last updated: Senin, 13 Maret 2023, 11:08 AM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
Jumlah kaum nahdliyin di Tanah Air diperkirakan mencapai 45 juta jiwa. (Foto: https://nu.or.id)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Tak ayal lagi, pentingnya menggandeng sosok bakal cawapres dari kalangan NU untuk memenangkan pilpres langsung telah diakui banyak pihak.

Wakil Sekjen Partai Nasdem Hermawi Taslim misalnya, mengakui bahwa faktor latar belakang Khofifah sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu pertimbangan penting, selain alasan gender.

Iya, Khofifah memang dikenal sebagai salah satu sosok perempuan politisi yang berakar dari kalangan nahdliyin—sebutan untuk kelompok Islam tradisional yang jumlahnya demikian besar di Tanah Air, terkhusus di Provinsi Jawa Timur.

Kaum nahdliyin secara organisatoris bernaung di bawah ormas Islam terbesar di negeri ini, yakni NU. Dan NU, secara politik, tak bisa dinafikan begitu saja dalam proses pemilu, terutama pada pilpres.

Dua kali Jokowi terpilih sebagai presiden (2014-2019), keduanya menggandeng sosok berlatar belakang NU, yakni Jusuf Kalla dan kyai Maruf Amin.  Bahkan, Maruf Amin adalah seorang tokoh penting di NU sekaligus cucu ulama besar kharismatik asal Banten, Syekh Nawawi Al Bantani.

Jangan lupa, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah seorang mantan Ketua Umum Pengurus Besar NU sekaligus cucu pendiri ormas tersebut, yakni KH Haysim Asyari.

Pengaruh Elektoral

Tak diragukan lagi, pengaruh elektoral kaum nahdliyin dalam pilpres langsung sangatlah siginifikan. Itu sekaligus menjelaskan mengapa setiap menjelang hajatan pemilu, terutama pilpres, banyak politisi berusaha mendekati kaum nahdliyin dan NU.

Tak hanya itu, tak jarang sosok yang awalnya sama sekali tak terlihat sebagai bagian dari komunitas NU, sekonyong-konyong  ingin tampil dengan “kemasan” nahdliyin, misalnya  bergabung dengan organisasi yang menjadi bagian dari ormas besar NU.

Menteri BUMN Erick Thohir, contohnya. Sebelum, jadi menteri, Erick dikenal sebagai pengusaha muda sukses putra Teddy Thohir, salah satu pendiri Grup Astra. Belakangan, mungkin atas pertimbangan sosial dan politik tertentu, Erick menjadi warga kehormatan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Banser merupakan organisasi semi-otonom Gerakan Pemuda Ansor, organisasi pemuda NU yang berdiri pada 1930.

Baca juga: Antara Khofifah dan AHY, Siapa Paling Berpeluang?

Kaum nahdliyin atau komunitas NU memang tampak lebih low profile dibandingkan komunitas Islam lainnya. Namun, banyak pihak sepakat bahwa siapapun yang bisa merangkul dan pada akhirnya mendapatkan sokongan suara dari kaum nahdliyin, berpeluang besar memenangkan kontestasi pilpres.

Nasdem tentu punya pertimbangan dan perhitungan matang dengan mengusulkan agar Anies menggandeng Khofifah sebagai bakal cawapres untuk berlaga di Pilpres 2024. Fakta bahwa elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu relatif kecil di Jawa Tengah dan Jatim menjadi salah satu alasan utama untuk mencari sosok yang bisa menutupi kelemahan itu.

Agaknya bakal capres lain beserta koalisi partai pengusungnya juga akan mempertimbangkan faktor sosok NU sebagai bakal cawapres. Pada titik ini, sosok seperti Ketum PKB Muhaimin Iskandar jelas menjadi penting diperhitungkan kansnya.

 

 

 

 

 

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: bakal cawapres, erick thohir, Khofifah Indar Parawansa, Muhaimin Iskandar, Nahdlatul Ulama, pilpres langsung, sosok NU
Raden Parwoto 13 Maret 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Viral Pernikahan di Gang, Dekorasi Hotel Bintang Lima, @bintangteropr7 Lagi Viral Pesta Kawinan di Gang tapi Dekorasi Bak Hotel Bintang Lima
Next Article Gerindra Terbuka Ganjar Jadi Cawapres Prabowo, Bagaimana Sikap PDIP?
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?