JAKARTA (Sketsa.co) — Partai Demokrat akhirnya mendeklarasikan pencapresan Anies Baswedan, Kamis (2/3/2023) usai majelis tinggi partai itu memberikan persetujuan atas pencalonan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Sebelum deklarasi yang disampaikan oleh Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anies terlebih dahulu menemui Majelis Tinggi Partai Demokrat di kantor pusat partai itu dan melakukan dialog.
Hanya, dalam pertemuan itu, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tidak turut serta. Presiden ke-6 RI itu dikabarkan tengah dalam perjalanan ke Semarang, sehingga berhalangan hadir.
Dengan Demokrat telah mendeklarasikan pencapresan Anies, maka hampir bisa dipastikan tiket maju Pilpres 2024 sudah dipegang mantan Mendikbud tersebut, karena Nasdem dan PKS telah melakukan hal serupa lebih dulu.
Hal itu sekaligus berarti, rencana pembentukan Koalisi Perubahan yang beranggotakan Nasdem, Demokrat dan PKS tinggal tunggu waktu untuk diresmikan.
Yang tersisa kini, siapa yang bakal menjadi kandidat calon wakil presiden pendamping Anies Baswedan? Hingga hari ini, persoalan itu masih belum jelas.
Beda Pandangan
Berdasarkan pemantauan atas pernyataan para politisi atau petinggi tiga partai itu, agaknya masih terdapat perbedaan pandangan tentang figur bakal cawapres yang dianggap paling pas untuk diduetkan dengan Anies.
Nasdem misalnya, agaknya menghendaki figur bakal cawapres adalah sosok yang bisa menutupi kelemahan elektabilitas Anies, terkhusus di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dua provinsi penting lumbung suara nasional.
Dalam konteks ini, Nasdem kabarnya lebih condong untuk mendapuk Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebagai bakal cawapres (bacawapres) pendamping Anies.
Khofifah dinilai memiliki segala kelengkapan yang bisa menutupi kekurangan Anies. Selain representasi kaum nahdliyin (Islam tradisional), Khofifah sekaligus representasi kelompok perempuan. Khofifah juga punya basis dukungan konstituen yang kuat di provinsi ujung timur Pulau Jawa itu.
Baca juga: Menanti Manuver Anas Urbaningrum Usai “Menjalani Pengasingan”
Sementara itu, PKS tampak lebih luwes dalam urusan bacawapres pendamping Anies. Pada intinya, PKS lebih menyerahkan soal penentuan sosok cawapres kepada Anies. Namun, yang menarik, PKS justru membuka peluang kemungkinan menduetkan lagi Anies dengan Sandiaga Uno (Menparekraf/Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra). Pasangan Anies-Sandi pernah sukses memenangkan Pilkada DKI 2017.
Akan halnya Demokrat, tampaknya tetap berharap agar AHY yang dipilih Anies sebagai pendampingnya di pilpres mendatang. Para petinggi dan kader Demokrat agaknya optimis bahwa pada akhirnya Anies akan memilih AHY sebagai bacawapres.
Dalam menyikapi tarik-menarik soal sosok bacawapresnya, Anies agaknya memilih bersikap hati-hati dan tidak terburu-buru melontarkan pernyataan yang mengarah pada nama tertentu.
Fakta bahwa ketiga partai telah menyerahkan penentuan sosok bacawapres kepada dirinya tak serta merta membuat Anies menjadi lebih mudah dalam memilih figur yang akan diajaknya berlaga di pilpres.
Tapi, cepat atau lambat, keputusan harus diambil.

