Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Ini Alasan Kenapa Pencapresan Anies Baswedan Masih Rentan Buyar
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Ini Alasan Kenapa Pencapresan Anies Baswedan Masih Rentan Buyar
Politik

Ini Alasan Kenapa Pencapresan Anies Baswedan Masih Rentan Buyar

Jika karena tak sepakat dengan nama bakal calon wakil presiden yang dipilih Anies sebagai bakal capres lalu Partai Demokrat menarik diri dari rencana mengusungnya di Pilpres 2024, maka buyarlah langkah Anies nyapres.

Last updated: Selasa, 28 Februari 2023, 11:54 AM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: Istimewa)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Sulit dipungkiri bahwa sejauh ini pencapresan Anies Baswedan masih rentan buyar. Itu fakta tak terbantahkan. Apa pasal?

Jika karena tak sepakat dengan nama bakal calon wakil presiden yang dipilih Anies sebagai bakal capres lalu Partai Demokrat menarik diri dari rencana mengusungnya di Pilpres 2024, maka buyarlah langkah Anies nyapres.

Betapa tidak? Tanpa Demokrat, gabungan perolehan kursi atau suara Partai Nasdem dan PKS tak cukup memenuhi persyaratan presidential threshold 20% kursi DPR atau 25% total suara nasional hasil Pemilu 2019.

Dengannya, sampai sebelum ada kesepakatan tertulis yang ditandatangani tiga ketua umum partai (Nasdem, PKS dan Demokrat), maka pencapresan Anies secara prinsip masih rentan untuk batal di tengah jalan.

Fakta yang terhidang hingga hari ini, Demokrat bahkan belum mendeklarasikan secara resmi pencapresan Anies melalui seremonial khusus—sesuatu yang sudah dilakukan Nasdem (3 Oktober 2022) dan PKS (23 Februari 2023).

Memang, Demokrat telah menyatakan dukungan resminya terkait dengan pencapresan Anies melalui pernyataan tertulis Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada 26 Januari 2023.

Tapi, tentu saja diharapkan dukungan itu diperkuat dengan pendeklarasian secara resmi melalui sebuah hajatan seremonial kepartaian layaknya yang dilakukan Nasdem dan PKS.

Demokrat, melalui salah satu pengurus terasnya, menyatakan pendeklarasikan akan dilakukan sepaket bakal capres dan bakal cawapres. Ini tentu alasan yang masuk akal dan tak terbantahkan meski menyisakan kekhawatiran.

Bahwa, seandainya Demokrat tak sejalan dengan nama bakal cawapres yang dipilih Anies, tentu saja partai besutan SBY ini bisa menarik rencana mengusung pencapresan Anies, dan sekaligus batal gabung ke dalam Koalisi Perubahan.

Belum Ada ‘Hitam di Atas Putih’

 Mungkinkah itu terjadi? Tak ada yang tak mungkin, apalagi belum ada ‘hitam di atas putih’ apapun terkait dengan pencapresan Anies atau pembentukan Koalisi Perubahan yang sudah digaungkan sejauh ini.

Bandingkan dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang beranggotakan Partai Gerindra dan PKB. Koalisi ini telah membentuk sekretariat bersama meski belum ada pendeklarasian duet bacapres-bacawapres.

Baca juga: Benarkah Ada Tarik-Menarik Alot Soal Cawapres Anies Baswedan?

Sekali lagi, pencapresan Anies masih rentan seandainya salah satu partai menarik diri dari rencana pembentukan Koalisi Perubahan, kecuali ada partai lain yang menggantikan. Masalahnya, partai apa?

Jika Anies batal nyapres gegara ada partai yang batal terlibat dalam pembentukan Koalisi Perubahan, maka tampaknya hanya akan menyisakan dua pasangan calon yang akan berlaga di Pilpres 2024: yaitu pasangan yang diusung KKIR dan pasangan yang diusung koalisi PDIP, yang sudah memastikan akan mengusung kadernya sendiri sebagai capres.

Apabila skenario itu yang terjadi, maka Demokrat dan PKS bisa berpeluang merapat ke KKIR, sementara Nasdem kembali merapat ke koalisi PDIP yang kemungkinan besar akan menyatu dengan Golkar, PPP dan PAN yang telah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

 

 

 

 

 

 

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: AHY, Anies Baswedan, Koalisi Perubahan, Partai Demokrat, rentan buyar nyapres
Raden Parwoto 28 Februari 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article YTMP3, MP3 Juices, download lagu MP3 Juices, download lagu YTMP3 Ini Cara Download Lagu MP3 MP4 dari Youtube dengan Menggunakan YTMP3 dan MP3 Juices
Next Article Adhisty Zara, artis zara, trending di twitter, Rachel Vennya, Vicky Alaydrus, Ibunda dari Zara, Sofia Yulinar, Okin, Niko Al Hakim Artis Zara Tiba-tiba Trending di Twitter, Fotonya Bareng Okin Hebohkan Netizen
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?