JAKARTA (Sketsa.co) — Benarkah ada tarik-menarik alot soal bakal cawapres pendamping Anies Baswedan?
Dari tiga partai anggota bakal Koalisi Perubahan, tinggal Partai Demokrat yang belum menggelar seremoni deklarasi secara resmi terkait dengan pencapresan Anies.
Memang, melalui pernyataan tertulis atas nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), partai besutan SBY itu telah menyatakan dukungan resmi pencapresan Anies pada 26 Januari 2023.
Namun, Demokrat memang belum atau tidak menghelat seremoni khusus untuk mendeklarasikan dukungan resminya kepada Anies seperti yang dilakukan Partai Nasdem pada 3 Oktober 2022 dan PKS pada 23 Februari 2023.
Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani kepada wartawan, Minggu (26/2/2023), punya jawaban mengapa Demokrat belum mendeklarasikan pencapresan Anies.
“Deklarasi paripurna atau paket komplit akan dilakukan setelah Mas Anies menetapkan bacawapresnya. Jadi deklarasinya sudah satu paket sekaligus bacapres dan bacawapresnya,” ujarnya.
Tarik-Menarik
Agaknya spekulasi awal yang menyebutkan bahwa masalah penentuan nama cawapres akan menjadi hal krusial yang memicu tarik-menarik alot di antara Nasdem, PKS dan Demokrat, ada benarnya.
Meski ketiga partai sepakat menyerahkan penentuan nama bacawapres kepada Anies sebagai bacapres, toh tak bisa dielakkan bahwa proses negosiasi, tarik-menarik, dan “siapa dapat apa”, nyaris selalu mewarnai “transaksi politik”.
Dengan kata lain, adalah tidak realistis untuk mempercayai begitu saja bahwa Anies akan menentukan pendampingnya sebagai bacawapres tanpa pembahasan atau konsultasi dengan tiga partai yang bakal mengusungnya.
Nah, dari ketiga partai tersebut (Nasdem, PKS, Demokrat), agaknya Demokrat memiliki harapan tinggi agar sang ketum, yakni AHY, terpilih sebagai bacawapres pendamping Anies.
Tentu bukan tanpa alasan obyektif dan rasional mengapa Demokrat punya harapan seperti itu. Faktanya, Demokrat diprediksi menjadi partai yang masuk empat besar peraih suara terbanyak pada Pemilu 2024.
Di sisi lain, tingkat elektabilitas AHY memiliki skor yang relatif lumayan sebagai kandidat cawapres. Dan, tentang AHY diharapkan menjadi cawapres pendamping Anies juga merupakan aspirasi kuat para kader Demokrat.
Anies Baswedan sendiri tampaknya hati-hati dan tak mau mengumbar pernyataan soal kandidat cawapres yang akan dipilihnya. Dimintai tanggapan wartawan soal komentar Ketum Nasdem Surya Paloh bahwa AHY pantas jadi cawapresnya, Anies tak memberikan tanggapan spesifik.
“Pokoknya sekarang kita berjalan dulu dan konsolidasi untuk koalisi. Sambil kita pikirkan nama pasangannya,” kata Anies usai dideklarasikan PKS di kantor partai tersebut, Kamis lalu.
Yang pasti, PKS tidak mempersoalkan jika bacawapres pendamping Anies pada Pilpres 2024 bukan kader partai ataupun di luar Koalisi Perubahan. Hal serupa juga sudah diungkapkan para petinggi Nasdem.

