JAKARTA (Sketsa.co) — Partai Ummat resmi mendeklarasikan dukungannya kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.
Partai besutan tokoh reformasi 1998 Amien Rais itu menyatakan dukungan tersebut pada hari ketiga atau terakhir Rakernas Partai Ummat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (15/2/2023).
Anies sendiri sempat memenuhi undangan sebagai bakal capres di hari kedua Rakernas Partai Umat, Selasa (14/2/2023). Sementara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, hingga penutupan Rakernas, tidak juga hadir memenuhi undangan sebagai bakal capres.
Sedangkan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo memenuhi undangan tapi menyatakan tidak akan maju dalam bursa pilpres mendatang.
Saat berpidato, Gatot menyatakan bahwa pendirian Partai Ummat oleh Amien Rais merupakan bentuk evaluasi terhadap Partai Amanat Nasional (PAN).
Seperti diketahui, setelah keluar dari PAN — partai yang didirikannya menjelang pemilu multipartai pertama pasca reformasi 1998—, Amien Rais menginisiasi pembentukan Partai Ummat.
Partai yang disebut-sebut menegaskan warna ideologis Amien Rais tersebut diketuai oleh Ridho Rahmadi, mantan dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang notabene menantu Amien Rais sendiri.
Sejauh ini tak banyak nama besar atau tokoh kaliber nasional yang terlibat dalam kepengurusan Partai Ummat. Nama yang cukup menonjol antara lain mantan Ketum Partai Bulan Bintang MS Kaban serta Buni Yani, pegiat media sosial yang pernah tersangkut perkara video “penistaan agama” oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Baca juga: Fenomena Itu Bernama Bharada Richard Eliezer
Direktur Riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Deni Irvani pernah mengatakan Partai Ummat berpotensi menggerus suara PAN di Pemilu 2024.
Namun Ridho Rahmadi menegaskan target Partai Ummat bukan untuk menggerus suara PAN. “Enggak. Kita berjuang untuk lebih besar dari itu. Insya Allah tidak terlalu melihat hal-hal yang kecil,” ujar Ridho pada Januari lalu.
Sementara Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais menegaskan partainya tidak pernah merasa lebih bagus dari partai lain. “Tapi yang jelas, kita ingin menjalankan perintah Allah,” katanya.
Meski mengakui keluarnya Amien Rais dari PAN memiliki dampak terhadap partainya, Ketum PAN Zulkifli Hasan mengatakan partainya punya pendukung baru. “Tapi juga kami bertambah (pendukung), banyak. Dulu di Tapal Kuda (Jawa Timur) itu enggak bisa masuk, sekarang diterima,” katanya.
Segmen Pendukung
Selama ini, segmen terbesar pendukung PAN disebut-sebut berasal dari kalangan Islam perkotaan dan atau anggota serta simpatisan salah satu ormas besar di Tanah Air, yakni Muhammadiyah.
Pertanyaannya, adakah segmen pemilih PAN tersebut bakal mengalihkan dukungan ke Partai Ummat, yang tampak lebih jelas dan tegas warna ideologisnya dibandingkan PAN sebagai partai terbuka dan inklusif?
Masihkah Amien Rais, mantan Ketum PP Muhammadiyah (1995-1998), memiliki pamor kuat di kalangan anggota dan simpatisan Muhammadiyah?
Adakah dukungan Partai Ummat dan Amien Rais bakal memberikan penguatan basis elektoral bagi Anies Baswedan di laga Pilpres 2024?

