Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: SMRC, Ganjar, Puan, dan Dilema PDIP…
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » SMRC, Ganjar, Puan, dan Dilema PDIP…
Politik

SMRC, Ganjar, Puan, dan Dilema PDIP…

Namun, apa boleh buat, dalam sistem pemilihan langsung oleh rakyat, elektabilitas menjadi petunjuk paling meyakinkan untuk memprediksi hasil akhir pemilu, termasuk pilpres.

Last updated: Senin, 13 Februari 2023, 1:16 PM
By Raden Parwoto
Share
4 Min Read
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: pdiperjuangan.id)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan pasangan capres-cawapres yang diusung PDIP bisa kalah di pilpres mendatang jika partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu tidak berkoalisi dengan partai lain.

SMRC mendasarkan prediksi tersebut pada hasil simulasi tertutup dengan asumsi empat pasangan yang diusung dari koalisi partai terbentuk sementara ini, yakni PKB dan Partai Gerindra, Koalisi Perubahan (Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS), PDIP tanpa koalisi, serta Koalisi Indonesia Bersatu/KIB (Partai Golkar, PPP dan PAN).

Seperti diketahui, PDIP menjadi satu-satunya partai yang bisa mengusung capres-cawapres tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

Simulasi SMRC itu mengambil asumsi bahwa Koalisi PKB-Gerindra mengusung Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar, Kolaisi Perubahan usung Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), PDIP usung Ganjar Pranowo-Puan Maharani, dan KIB usung Airlangga Hartarto-Erick Thohir.

Survei yang dilakukan Desember 2022 lalu itu mengajukan pertanyaan: Bila pemilihan pasangan Presiden-Wakil Presiden diadakan sekarang ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai pasangan Presiden-Wakil Presiden di antara pasangan berikut?

Hasilnya, Prabowo-Muhaimin meraih 29,7%, Anies-AHY 28,8%, Ganjar-Puan 21,6%, dan Airlangga-Erick 4,9%, dan Tidak tahu/tidak jawab: 15%.

“Ganjar cukup kompetitif jika dipasangkan dengan calon selain Puan. Tapi, ketika dipasangkan dengan Puan, posisi Ganjar di bawah dua nama yang selama ini kompetitif dengan dia, yaitu Prabowo dan Anies,” ungkap Saiful Mujani, pendiri SMRC, dalam keterangan tertulis, Jumat (10/2/2023).

Menurut dia, kalau PDIP tidak berkoalisi dengan partai lain dan tidak mengajak tokoh lain, PDIP akan tersingkir, walaupun Ganjar diposisikan sebagai capres.

Hasil serupa juga bakal terjadi jika Ganjar menjadi cawapres Puan. Menurut Saiful, suara pasangan Puan-Ganjar bahkan terjun bebas dari simulasi sebelumnya.

Dilema PDIP

Jika hasil simulasi SMRC tersebut menjadi salah satu masukan yang dipertimbangkan PDIP dalam penentuan bakal capres-cawapres, maka partai ini tentu menghadapi dilema pelik. Betapa tidak? Terlihat sekali bahwa nama Puan tak cukup punya daya saing untuk gelaran pilpres, baik sebagai kandidat capres maupun cawapres.

Sedangkan nama Ganjar jelas tampak memiliki daya saing besar dan memiliki nilai jual begitu tinggi. Istilahnya dalam dunia pemasaran, nama Ganjar marketable! Sangat menjual…

Padahal jelas bahwa di internal PDIP, daya saing Puan begitu kuat bukan hanya karena dia adalah anak Megawati Soekarnoputri sebagai pimpinan puncak partai banteng. Namun, lebih-lebih, Puan juga salah satu Ketua DPP PDIP yang saat ini menjabat Ketua DPR RI.

Kualifikasi personal Puan, dalam beberapa sisi, jelas tampak lebih meyakinkan dibandingkan Ganjar yang saat ini “cuma” Gubernur Jawa Tengah yang diragukan prestasinya oleh sebagian pihak.

Ganjar kerap disindir bahwa elektabilitasnya yang tinggi sebagai kandidat capres tak lebih merupakan hasil karya kecanggihan timnya melakukan pencitraan lewat media sosial, bukan ditopang prestasi nyata di lapangan.

Namun, apa boleh buat, dalam sistem pemilihan langsung oleh rakyat, elektabilitas itu menjadi petunjuk paling meyakinkan untuk memprediksi hasil akhir pemilu, termasuk pilpres. Dan pada titik ini, fakta tak terbantahkan bahwa elektabilitas Ganjar makin kokoh dan perkasa menurut hasil sigi sejumlah lembaga survei.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: capres, Ganjar Pranowo, PDIP, Pilpres 2024, Puan Maharani, SMRC
Raden Parwoto 13 Februari 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Cara Mudah Perkuat Sinyal Wifi dan Percepat Koneksi Internet
Next Article Setelah Hakim PN Jaksel Vonis Mati Ferdy Sambo…
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?