Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Mengapa Utang Anies Dihapuskan Jika Menang Pilkada?
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Mengapa Utang Anies Dihapuskan Jika Menang Pilkada?
Politik

Mengapa Utang Anies Dihapuskan Jika Menang Pilkada?

Mengapa pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya itu tidak meminta pengembalian dana pinjaman kalau Anies-Sandi memenangkan Pilkada DKI?

Last updated: Minggu, 12 Februari 2023, 12:23 PM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) —  Mengapa utang Anies Baswedan Rp 92 miliar untuk pembiayaan kampanye dihapuskan kalau memenangkan Pilkada DKI 2017?

Dari tujuh poin isi dokumen soal utang piutang atau pinjaman Anies Baswedan ke Sandiaga Uno yang salinannya bocor di kalangan wartawan, yang menarik adalah poin ketujuh.

Surat Pernyataan Pengakuan Hutang III senilai Rp 42 miliar yang ditandatangani Anies Rasyid Baswedan di atas materai Rp 6.000 pada 9 Maret 2017 itu merupakan surat pernyataan tambahan dari Surat Pernyataan Pengakuan Hutang I (Rp 20 miliar) dan II (Rp 30 miliar), yang masing-masing dibuat dan ditandatangani pada 2 Januari 2017 dan 2 Februari 2017.

Sehingga total pinjaman tersebut berjumlah Rp 92 miliar.

Poin ketujuh salinan Surat Pernyataan Pengakuan Hutang III itu berbunyi: Jika Anies dan Sandi terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017, maka Sandi berjanji untuk menghapuskan dana pinjaman II serta membebaskannya dari kewajiban mengembalikan dana pinjaman II itu.

Adapun mekanisme penghapusan dana pinjaman II akan ditentukan kembali berdasarkan kesepakatan antara Anies dengan Sandi.

Seperti kita tahu, Anies-Sandi memenangkan Pilkada DKI 2017 dengan mengalahkan duet petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Yang menarik, mengapa Anies terbebas dari kewajiban membayar utang kalau berhasil menang?

Uang Pihak Ketiga

Dalam wawancara dengan motivator Merry Riana yang diunggah di kanal Youtube, Anies menegaskan bahwa uang pinjaman itu bukan dari Sandiaga, tapi dari pihak ketiga yang mendukung. “Jadi bukan uang Pak Sandi.”

Bakal capres yang didukung Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS itu menyatakan ada pihak ketiga yang mendukung.

“Kemudian saya menyatakan surat pernyataan utang, ada tanda tangan. Apabila kalah maka saya dan Pak Sandi  berjanji mengembalikan. Jadi saya dan Pak Sandi. Jadi itu selesai (karena kami menang).  Itu yang terjadi,” ujarnya.

Baca juga: Akar Rumput Pendukung Ganjar Tanggapi Santai Pembubaran GP Mania

Pertanyaannya, mengapa pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya itu tidak meminta pengembalian dana pinjaman kalau Anies-Sandi memenangkan Pilkada DKI?

Apakah sebagai wujud kegembiraan maka pemberi pinjaman merelakan dana Rp 92 miliar tersebut tak dikembalikan jika Anies-Sandi terpilih sebagai Gubernur-Wakil Gubernur DKI?

Kalau pihak ketiga itu perorangan (bisa pengusaha atau saudagar besar), rasanya agak musykil bersedia memberikan cuma-cuma duit segede itu tanpa kompensasi apapun? Bukankah pengusaha lekat dengan cara berpikir untung-rugi alias kalkulatif?

Namun, jika duit Rp 92 miliar itu merupakan akumulasi dari donasi banyak orang dan dikelola pihak tertentu, hal itu masih masuk akal kalau tidak meminta dikembalikan alias diikhlaskan. Sangat dimungkinan ratusan atau ribuan orang memberi bantuan dana untuk kampanye politik yang menelan biaya bermiliar-miliar rupiah.

Tapi dengan klausul kalau kalah akan mengembalikan pinjaman seperti termaktub dalam surat pernyataan utang tersebut, tampaknya pemberi pinjaman adalah perorangan atau hanya beberapa orang.

Dari sisi akuntabilitas, dermawan yang merelakan fulus Rp 92 miliar untuk kemenangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI itu rasanya memang perlu diungkap ke publik.

 

 

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: Anies Baswedan, Merry Riana, pihak ketiga, Sandiaga Uno, utang Pilkada DKI 2017
Raden Parwoto 12 Februari 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Menunggu Ketuk Palu Hakim untuk Ferdy Sambo Dkk
Next Article Lakukan Ini Sekarang! Baterai iPhone Bakal Hemat dan Tahan Lama
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?