Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Usai Surya Paloh Bertemu Jokowi, Benarkah Nasdem Berubah Posisi?
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Usai Surya Paloh Bertemu Jokowi, Benarkah Nasdem Berubah Posisi?
Politik

Usai Surya Paloh Bertemu Jokowi, Benarkah Nasdem Berubah Posisi?

Setelah pertemuan Surya Paloh-Jokowi, isu reshuffle sekonyong-konyong reda. Rabu Pon, 1 Februari 2023 nyatanya tidak terjadi perombakan kabinet .

Last updated: Jumat, 3 Februari 2023, 11:47 AM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co)—Bagaimana kelanjutan pembentukan Koalisi Perubahan yang diniatkan untuk mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden pada Pilpres 2024? Usai Surya Paloh bertemu Jokowi, benarkah Nasdem berubah posisi?

Koalisi yang diinisiasi Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu hingga kini belum resmi terbentuk dan dideklarasikan.

Tim kecil tiga partai tersebut memang telah wara-wiri dan melakukan pertemuan dengan Anies sebagai bakal capres, namun tak jua ada kepastian kapan Koalisi Perubahan diresmikan dan dideklarasikan.

Meski Demokrat dan PKS secara terpisah sudah memberikan pernyataan resmi mendukung pencapresan Anies, toh Nasdem masih menganggapnya dukungan “semi resmi”.

Nasdem sendiri jauh hari sudah mendeklarasikan pencapresan Anies, yakni pada 3 Oktober 2022, kurang dari tiga pekan sebelum Anies menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Melalui pernyataan yang dikirim ke media pada 25 Januari lalu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan resmi mendukung pencapresan Anies, sekaligus mendesakkan pembentukan sekretariat bersama Koalisi Perubahan.

Namun, agaknya Nasdem belum memberikan respons antusias atas usulan tersebut. Akan halnya PKS, yang memberikan pernyataan dukungan kepada Anies melalui Wakil Ketua Majelis Syura Shohibul Iman pada 30 Januari lalu, tampaknya cenderung tak banyak bermanuver.

Yang menarik, di tengah Demokrat dan PKS yang sudah mengambil posisi jelas atas pencapresan Anies, Ketum Nasdem Surya Paloh justru menyatakan membuka kemungkinan bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), dan begitu sebaliknya. KIB beranggotakan Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Pernyataan itu disampaikan Surya Paloh menjawab pertanyaan awak media usai menyambangi Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, pada Rabu, 1 Februari lalu.

Tentu saja pernyataan Surya Paloh tersebut memicu spekulasi macam-macam, termasuk kemungkinan Nasdem batal berkoalisi dengan Demokrat dan PKS untuk mengusung Anies. Ditambah lagi, sebelum bertemu Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Surya Paloh telah bertemu Presiden Jokowi di Istana pada 26 Januari lalu. Pertemuan empat mata itu digambarkan berlangsung akrab dan baik, bahkan Jokowi sempat mengantarkan Surya Paloh sampai ke mobil yang membawanya pergi.

Baca juga: Pertemuan Surya Paloh-Airlangga Hartarto Kirim “Kode Keras” ke PDIP?

Dan setelah pertemuan Surya Paloh-Jokowi, isu reshuffle sekonyong-konyong reda. Rabu Pon, 1 Februari 2023, nyatanya tidak terjadi perombakan kabinet yang sebelumnya santer diisukan bakal menyasar dua menteri asal Nasdem, yakni Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar.

Sebaliknya, pada hari di mana Presiden Jokowi biasa menggelar reshuffle itu, yang terjadi justru Surya Paloh mengunjungi kantor Golkar. Peristiwa ini justru yang menyedot perhatian media di Rabu Pon.

Pertanyaannya, adakah rangkaian pertemuan Surya Paloh-Jokowi yang disusul Surya Paloh-Airlangga Hartarto di Kantor Golkar telah mengubah posisi Nasdem terkait dengan komitmen pembentukan Koalisi Perubahan bersama Demokrat dan PKS?

 

 

 

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: . Demokrat, Anies Baswedan, Jokowi, Koalisi Perubahan, Nasdem, Partai Golkar, PKS, Surya Paloh
Raden Parwoto 3 Februari 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Lowongan Kerja Bank BCA Terbaru 2023 untuk Fresh Graduate!
Next Article Simak Perubahan Kartu Prakerja 2023, Penambahan Durasi Pelatihan dan Keuntungannya
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?